
"Dalam konteks sistem,
yang mayoritas penduduknya beragama Islam, nilai-nilai Islami justru tidak tampak," kata Intelektual Muslim Indonesia, Dr.Eggi Sudjana,SH, MSi.
Otokritik terhadap
Intelektual yang juga pelopor perjuangan buruh Muslim, politisi,
peneliti, dan pengacara itu mengatakan, Australia berhasil mengfungsionalisasikan nilai-nilai Islami ke dalam sistem kehidupannya adalah satu kenyataan sehingga para penganggur sekalipun diberikan jaminan sosial di Australia.
Di Indonesia, kehidupan sebagian besar rakyatnya justru susah, angka pengangguran dan kriminalitas tinggi, pendidikan bermutu belum berpihak kepada rakyat kecil, dan bahkan penerapan upah minimum regional bagi para buruh pun berbeda-beda di setiap daerah padahal harga minyak sama dimana-mana, katanya.
Kondisi demikian justru tidak terjadi di
Kondisi demikian, menurut mantan ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta (1984-1985) dan Ketua Umum HMI MPO (1986-1988) itu, tidak dapat dilepaskan dari tanggungjawab pemerintah.
Aktivis yang pernah mencalonkan diri menjadi ketua umum Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) dan duduk sebagai anggota Dewan Pakar DPP PPP itu pun secara panjang lebar mengupas perihal tanggungjawab besar pemerintah yang berkuasa terhadap kondisi yang ada dalam ceramahnya di forum pengajian bulanan IISB.
Warga miskin justru bertambah
Eggi mengatakan, pemerintahan sekarang ini juga belum mampu mengubah kondisi ini menjadi lebih baik. Bahkan
jumlah warga miskin justru meningkat di era pemerintahan saat ini.
"Jika di masa pemerintahan Ibu Megawati Soekarnoputri, jumlah orang miskin tercatat 37 juta orang, jumlah itu telah naik menjadi 47 juta orang di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," kata
Eggi.
Selain meningkatnya jumlah warga miskin,
menjadi makanan pokok rakyat, katanya.
Sejak kemerdekaannya, para tokoh kunci bangsa Indonesia, seperti presiden, wakil presiden, ketua DPR-RI, ketua MPR-RI, maupun lembaga-lembaga penting kenegaraan lainnya, beragama Islam namun Islam tetap saja "disfungsi" di negara ini karena agama samawi ini disalahpahami maknanya hanya sebatas "golongan", katanya.
"Padahal, Islam itu bukanlah golongan melainkan Islam itu adalah tata nilai mulai dari kejujuran, keikhlasan, kesetaraan, kesejahteraan dan keselamatan bagi siapa saja. Hari ini, kita yang Islam justru berkelompok-kelompok," katanya.

Salah memaknai Islam
Eggi mengatakan, kesalahpahaman tentang makna Islam itu harus dikikis dari dalam diri setiap Muslim Indonesia dengan mengembangkan rasa saling percaya dan berprasangka baik di antara mereka serta mulai memfungsikan Islam sesuai dengan kapasitas
dan otoritas masing-masing.
Seorang pembantu rumah tangga yang diserahi amanah untuk menjaga rumah dan harta majikan misalnya. Jika dia memfungsionalisasikan nilai-nilai Islami ke dalam kehidupannya, seperti bersikap amanah dan berlaku adil, tidak akan pernah majikannya ragu setiap kali hendak meninggalkan rumah karena ia yakin hartanya akan terjaga dengan baik karena pembantu rumah
tangganya adalah orang yang amanah, katanya.
Jika seorang pembantu rumah tangga yang dengan otoritas dan kapasitasnya yang sangat terbatas saja mampu menerapkan nilai-nilai Islami ke dalam kehidupannya, betapa dahsyatnya jika presiden dan perangkat kenegaraan lain yang memiliki kekuasaan besar mampu memfungsionalisasikan nilai-nilai Islami itu, katanya.
Hanya, sudah 62 kali Ramadhan (bulan puasa) melewati kehidupan bangsa Indonesia sejak Soekarno dan M.Hatta
memproklamirkan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, namun Islam masih mengalami disfungsi di Tanah Air, katanya.
Umat Islam
Eggi Sudjana berada di
Acara pengajian bulanan IISB yang berlangsung di salah satu ruang kuliah Universitas Queensland (UQ) itu juga diisi dengan penampilan kelompok musisi pemuda Muslim Indonesia dan pemilihan pengurus baru IISB.
*) my news item for ANTARA on Feb 23, 2008

1 comment:
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuhu
mohon maaf sebelumnya saya sekedar ingin bertanya mengenai konsep baitul mal yang dulu diadakan semasa kekhalifahan masih berlaku, saya kebetulan salah satu pengikut Muhammad yang baru meyakini Islam sebagai agama n Muhammad sebagai RasulNya serta Alloh sebagai pemilik semesta alam, sekarang saya sangat membutuhkan bantuan modal sekedar untuk memulai usaha baik usaha dalam bidang saya sendiri yaitu Computer atau usaha apapun bentuknya yang penting saya bisa menafkahi istri dan satu orang anak yatim piatu yang kami bawa sekarang, sementara saya tidak memiliki apa - apa lagi tempat tinggalpun sementara ini ditampung di salah satu bekas kontrakan yang mungkin belum memenuhi syarat kelayakan,tapi dikarenakan tidak adanya alternatif lain akhirnya kami terima juga. sayangnya untuk kebutuhan hidup sehari - hari kami belum ada asbabnya (belum ada pekerjaa)yang pasti. mohon infonya apabila ada solusi dalam bentuk apapun terimakasih sebelumnya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu
Post a Comment