Wednesday, February 20, 2008

AUSTRALIA BANTU INDONESIA TANGANI HIV

Pemerintah Australia menggandeng Yayasan Clinton untuk memperbaiki uji diagnosa dan akses pengadaan obat-obatan bagi para penderita HIV (human immunodeficiency virus) di Indonesia.

Kerja sama keduanya tertuang dalam nota kesepakatan yang ditandatangani Sekretaris Parlemen Australia, Bob McMullan dan Pimpinan Yayasan Clinton Ira Magaziner di Canberra, demikian pernyataan pers Badan Kerja Sama Internasional Australia (AusAID), Rabu.

Bob McMullan mengatakan, Australia memberikan kontribusi sebesar 3,9 juta dolar untuk mendukung program penanggulangan bahaya HIV/AIDS di Indonesia melalui Yayasan Clinton.

Dari 2006 hingga 2010, pemerintah Australia menyediakan dana sebesar 25 juta dolar guna mendukung kegiatan penanganan HIV/AIDS yayasan itu di kawasan Asia Pasifik.

Selain Indonesia, yayasan ini juga melaksanakan misi yang sama di Vietnam, China, dan Papua New Guinea.

Dukungan dana bagi Yayasan Clinton ini merupakan bagian dari kemitraan Australia dan Indonesia dalam menanggulangi bahaya HIV yang telah menjangkiti sekitar 170 ribu orang di negara kepulauan terbesar di dunia itu.

Dalam delapan tahun ke depan, Australia berjanji menyiapkan dana sebesar 100 juta dolar Australia untuk menanggulangi penyebaran virus HIV, memperbaiki mutu kehidupan para penderita, dan membantu Indonesia menangani dampak sosial dan ekonomi bahaya HIV.

HIV adalah retrovirus yang merusak sel sistem kekebalan tubuh manusia dan menjadi penyebab dasar penyakit AIDS (acquired immune deficiency syndrome).

Penularan HIV ini antara lain terjadi melalui hubungan seks dengan para penderita, serta transfusi darah dan penggunaan bersama jarum yang terkontaminasi. Banyak para pencandu Narkoba yang menggunakan jarum suntik terjangkit HIV di Indonesia.

*) disiarkan ANTARA, 20 Feb 2008.

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity