Wednesday, February 27, 2008

ASURANSI INDONESIA DIHARAPKAN DORONG KUNJUNGAN WISATAWAN AUSTRALIA

Perusahaan asuransi di Indonesia diharapkan ikut mendorong jumlah wisatawan Australia ke Tanah Air dengan bersedia memasukkan mereka sebagai tertanggung asuransi selama kunjungan karena mereka masih menghadapi kendala "peringatan perjalanan" (travel advisory), kata seorang diplomat Indonesia.

"Saya mengimbau asuransi Indonesia mau 'meng-cover' para turis Australia yang akan ke Indonesia karena problem kita adalah asuransi di Australia tidak mau meng-cover mereka gara-gara 'travel advisory'," kata Konsul Jenderal RI di Melbourne, Budiarman Bahar, kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Rabu.

Dengan adanya dukungan perusahaan asuransi di Indonesia terhadap mereka itu, ia yakin jumlah wisatawan Australia yang mengunjungi Bali dan daerah-daerah tujuan wisata andalan Indonesia lainnya akan lebih meningkat, katanya.

Berdasarkan data statistik, jumlah warga Australia yang melakukan perjalanan ke Indonesia meningkat dari 194.736 orang pada 2006 menjadi 282.516 orang pada 2007, kata Budiarman Bahar.

"Sebagian orang Australia sudah melihat perkembangan Indonesia jauh lebih baik sehingga 'travel advisory' tidak lagi dianggap sebagai hambatan melainkan hanya sebuah peringatan pemerintah untuk warganya saja," katanya.

Sejauh ini, sebagian besar turis Australia masih menjadikan Bali sebagai tujuan utama mereka berlibur dan bahkan pertumbuhan jumlah mereka yang memilih Bali tetap relatif besar, katanya.

"Pada 2007, terdapat 204 ribu orang turis Australia ke Bali atau naik dibandingkan tahun 2006 yang tercatat sebanyak 137.000 orang. Data Garuda Indonesia di Melbourne pun menunjukkan adanya kenaikan jumlah penumpang yang sangat signifikan (untuk rute Melbourne-Denpasar.red) pada 2007," katanya.

Kenaikan jumlah penumpang maskapai penerbangan nasional itu mencapai 65 persen. Kondisi ini menunjukkan pasar Australia masih sangat potensial untuk dikembangkan.

"Kita berharap Festival Indonesia yang sudah menjadi agenda tahunan KJRI Melbourne bisa dimanfaatkan sebagai ajang promosi pariwisata Indonesia tidak hanya terbatas untuk tujuan Visit Indonesia Year (Tahun Kunjungan Wisata Indonesia) 2008 tetapi juga untuk 2009," katanya.

ANTARA mencatat, negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), seperti Thailand dan Singapura, terlihat agresif menjual keunggulan pariwisata mereka di pasar Australia terlihat dari besarnya iklan pariwisata mereka di media massa negara benua berpenduduk 21 juta jiwa itu.

*) dipublikasi ANTARA pada Feb 27, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity