

Oleh Rahmad Nasution
Menemukan trotoar atau jalur khusus bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda di kota-kota besar
Penduduk di berbagai
Di kota ketiga terbesar Australia yang terkenal dengan Roma Parkland, taman hutan subtropis terbesar di dunia yang dibangun di tengah kota itu, trotoar dan jalur khusus bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda sudah menjadi pemandangan yang jamak di ibukota Negara Bagian Queensland itu.
Warga kota yang kini dihuni kurang dari dua juta jiwa dan menjadi tempat berdirinya ratusan taman itu tampak dimanjakan oleh pemerintah daerahnya dengan fasilitas yang memungkinkan mereka menikmati hidup tanpa khawatir dengan 'keberingasan' lalu lintas kendaraan bermotor.
Bagi warga yang ingin menikmati keindahan pinggir Sungai Brisbane yang membelah wilayah
Hal ini pula yang dialami Sisunandar, warganegara
Pemuda asal Jawa Tengah yang sedang melanjutkan studi doktornya di Universitas Queensland (UQ) ini mengatakan, ia sangat tertolong dengan adanya jalur khusus pejalan kaki dan pengendara sepeda itu.
"Setiap hari saya bersepeda dan saya menikmatinya," kata ayah satu putra yang pernah bersepeda dari rumahnya di jalan Sandford hingga ke kampus Universitas Teknologi Queensland (QUT) itu.
Ia mengatakan, jalur khusus pejalan kaki dan pengendara sepeda yang dibangun berkilo-kilometer panjangnya, baik di sisi kiri maupun kanan sungai yang masih menyisakan taman hutan bakau itu tidak pernah ia jumpai di Tanah Air.
Jalur-jalur khusus yang ada di
Jalan berlantai kayu ini antara lain dapat ditemui di dekat kompleks Perpustakaan Daerah
Para warga
Di kawasan yang dikunjungi lebih dari 50.000 orang pejalan kaki dan pengendara sepeda setiap minggunya itu, beberapa halte bis yang melayani beragam rute tersedia sehingga memudahkan warga yang merasa capai untuk pulang dengan kendaraan umum.
Bagi pengendara sepeda yang tidak lagi merasa sanggup pulang dengan mengayuh sepedanya, mereka cukup menunggu bis dengan fasilitas angkutan sepeda di depannya. Mereka pun bisa memilih pulang dengan kereta api
Di kawasan 'wisata kota' yang dikunjungi sekitar sembilan juta orang setiap tahunnya itu, warga Brisbane tidak hanya dapat menikmati pesona taman seluas 17 hektare yang dilengkapi fasilitas barbeque, piknik keluarga dan permainan anak-anak, hutan subtropis buatan, maupun pantai pasir putih buatan sambil berenang atau sekadar berjemur.
Mereka pun dapat mengunjungi belasan restoran yang menawarkan beragam menu makanan internasional, berbagai museum, perpustakaan, dan kebun raya dalam
Semua fasilitas rekreasi itu dapat diakses dengan berjalan kaki dan bersepeda. "Nikmat sekali kalau apa yang bisa kita nikmati di sini juga dikembangkan di kota-kota kita di Tanah Air," kata Sunandar.
*) tulisan ini disiarkan ANTARA pada 21 Desember 2004

No comments:
Post a Comment