Tuesday, June 2, 2009

"TWILITE ORCHESTRA" KONSER DI GEDUNG OPERA SYDNEY

Konser "Twilite Orchestra" bersama Konduktor ternama Indonesia, Addhie MS, di Sydney, Australia, akhirnya menemui titik terang setelah sempat ditunda sejak 20 September 2008.

Pagelaran konser "Indonesia: Sentuhan Harmoni" itu dijadwalkan berlangsung di Gedung Opera Sydney pada 21 Juli mendatang dengan didukung sekitar 120 orang personil, kata Minister Counselor Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Sydney, Pratito Soeharyo, Selasa.

"Kita menargertkan 2.500 orang penonton dengan harga tiket 35 dan 55 dolar Australia," katanya.

Dalam konser yang juga menyuguhkan "Tabuh-tabuhan", karya Simfonis Colin McPhee ini, penyanyi muda kenamaan Australia berdarah campuran Indonesia-Aborigin, Jessica Mauboy, akan tampil, katanya.

Selain Jessica, tampil pula penyanyi Binu D.Sukaman (soprano), penyanyi Utha Likumahua, Levi Gunardi (pianis), Johannes S Nugroho (pianis), dan Stephen Smith (tenor).

Konser yang didukung paduan suara Twilite dan Komunitas Katolik Indonesia ini terselenggara berkat kerja sama erat KJRI Sydney dengan berbagai pihak, khususnya Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI serta Kedutaan Besar Australia di Jakarta, katanya.

Penyelenggaraan konser Twilite Orchestra dan Addhie MS di Sydney itu sempat ditunda karena masalah teknis di Jakarta tahun lalu.

Dalam penjelasannya kepada ANTARA September tahun lalu, Pratito mengatakan, pihaknya terpaksa menunda konser bersama Twilite Orchestra dari Indonesia dengan "Willoughby Symphony" Australia bertajuk "Tabuh-Tabuhan, Suara Harmoni" di aula resital "Angle Place" Sydney 20 September 2008 karena masalah teknis.

"Acara ini ditunda karena masalah teknis di Jakarta, sedangkan persiapan di Sydney sendiri, sebagai salah satu pendukung, KJRI telah menyiapkan segala sesuatunya sesuai dengan 'schedule' (jadwal). Namun karena ada masalah pembiayaan, program ini terpaksa dengan berat hati kita tunda," katanya.

Sebagai konsekuensi dari penundaan itu, ia mengatakan, KJRI terpaksa membayar "biaya penundaan yang cukup besar" karena secara sepihak memutuskan komitmen yang sudah dibuat dengan pihak pengelola tempat konser, hotel, dan transportasi.

*) My news for ANTARA on June 2, 2009

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity