Sunday, July 13, 2008

UQISA INGIN IKUT PERKUAT HUBUNGAN INDONESIA-AUSTRALIA

Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Universitas Queensland (UQISA) berkomitmen meningkatkan dukungannya pada diplomasi budaya dan penguatan hubungan Indonesia-Australia melalui berbagai kegiatan seni-budaya dan seminar akademik yang mengulas isu-isu di seputar dinamika hubungan kedua negara.

Komitmen itu disampaikan Presiden UQISA Periode 2008-2009, Dimas Wisnu Adrianto, di Brisbane, Minggu. Dimas terpilih sebagai presiden organisasi kemahasiswaan Indonesia di UQ menggantikan Tonny W Poernomo setelah menyisihkan Mikha Dyah Ramadewi dalam pemilihan langsung dengan memperoleh 71 suara.

Mahasiswa pasca-sarjana UQ bidang ekonomi ini mengatakan, penguatan hubungan Indonesia-Australia sangat penting dan UQISA berkomitmen untuk ikut membangun pemahaman yang lebih baik bagi warga kedua bangsa melalui kegiatan seni budaya dan seminar akademik di kampus, katanya.

Sejak periode-periode kepengurusan sebelumnya, UQISA selalu berupaya mengedepankan kedua aspek ini dengan secara berkesinambungan mendorong kiprah kelompok tari Saman dan angklungnya dalam berbagai kegiatan seni budaya di lingkungan kampus dan komunitas di Brisbane, serta mengembangkan tradisi akademik, katanya.

Dimas mengatakan, di masa kepengurusannya, pihaknya juga akan melanjutkan program "Buku untuk Anak Bangsa" karena kegiatan pengumpulan buku-buku berbahasa Inggris bekas layak baca bagi sekolah-sekolah di Tanah Air ini terbukti efektif dan sangat membantu sekolah yang menerima.

Program yang dijalankan sejak masa pengurus UQISA 2007 itu telah menyumbangkan 4.800 buah buku dengan berat 800 kilogram kepada sedikitnya 15 sekolah yang ada di Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

"Program Buku untuk Anak Bangsa ini akan kita lanjutkan," kata mahasiswa penerima beasiswa pemerintah Australia ini.

Dalam kepengurusan baru UQISA ini, duduk sebagai sekretaris, Mikha Dyah Ramadewi (mahasiswi program doktor), dan bendahara, Natalia (mahasiswi program magister). Di Universitas Queensland, kini ada 296 orang Indonesia yang kuliah di berbagai program studi tingkat sarjana dan pasca-sarjana.

*) My news for ANTARA on July 13, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity