Rektor Universitas Sydney (US) yang juga Gubernur New South Wales (NSW), Prof.Marie Bashir, berkunjung ke Jakarta pada 3 dan 4 Juli untuk menghadiri simposium bertajuk "memikirkan kembali pembangunan: peran universitas" dan resepsi alumni US di Indonesia."Prof.Marie Bashir dijadwalkan tiba di Jakarta Rabu malam ini," kata Kabid Minister Counsellor Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya Konsulat Jenderal RI di Sydney, Pratito Soeharyo, kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Rabu malam.
Selama kunjungannya di Jakarta, Prof.Bashir juga akan bertemu dengan menteri riset dan teknologi RI, menteri pendidikan nasional RI, dan gubernur DKI Jakarta untuk meningkatkan kerja sama antara Universitas Sydney dengan berbagai universitas dan lembaga riset di Tanah Air.
Beberapa universitas dan lembaga riset yang mendapat perhatian tim Universitas Sydney adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, dan Institut Eijkman untuk mengembangkan kerja sama biologi molekuler, kata Pratito.
Rangkaian acara Prof.Bashir dan delegasi US selama di Jakarta diawali dengan kegiatan simposium yang diselenggarakan bersama oleh US dan Universitas Indonesia (UI) di Hotel "Four Seasons" Jakarta, Kamis (3/7).
Pada simposium yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 17.30 WIB dan turut dihadiri Menteri Pendidikan Nasional Dr.Bambang Sudibyo,MBA itu, sejumlah akademisi dan pimpian Universitas Sydney akan membahas berbagai isu dan tantangan pembangunan bersama mitra mereka dari UI, Universitas Hasanuddin, Universitas Airlangga, ITB, dan Universitas Gadjah Mada.
Dari Universitas Sydney, hadir Prof.Marie Bashir, Wakil Dekan dan Ketua Studi Asia Tenggara Fakultas Seni, Prof.Adrian Vickers, Wakil Presiden US (internasional), dan Prof.John Hearn, Prof.Peter McMinn (Fakultas Kedokteran).
Seterusnya Asosiat Prof.Michael Dibley (Sekolah Kesehatan Masyarakat), Prof.Greg Hancock (Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi), dan Dr.Lesley Harbon (dosen senior Fakultas Pendidikan dan Kerja Sosial).
Dari Indonesia, selain Mendiknas Bambang Sudibyo, hadir pula Rektor UI, Prof.Dr.des Soz.Gumilar Rusliwa Somantri, Rektor Unhas Prof.Dr.Idrus A.Paturusi, Wakil Rektor Unair Prof.Dr.Soetjipto, Dekan Fakultas Hukum UI Prof.Dr.Hikmahanto Juwana, Rektor ITB Prof.Dr.Ir.Djoko Santoso, dan Rektor UGM Prof.Dr.Ir.Sudjarwadi.
Di antara masalah sains kedokteran dan kesehatan masyarakat yang disoroti dalam simposium itu adalah peran kesehatan masyarakat dalam bencana alam, bioteknologi untuk mencegah "viral encephalitis" di Asia Tenggara, dan model kolaborasi riset di Indonesia untuk menanggulangi masalah wabah penyakit menular.
Isu sains sosial dan teknik yang akan dibahas meliputi masalah reformasi administrasi publik dalam merespon tantangan global, peran universitas riset dan pembangunan bagi industri, pembangunan bidang pendidikan teknik (kasus Australia), serta orientasi penelitian untuk masyarakat.
*) My news for ANTARA on July 2, 2008

No comments:
Post a Comment