Wednesday, July 2, 2008

INDONESIA BERPOTENSI KEMBANGKAN ENERGI PANAS BUMI

Letak Indonesia dan Filipina yang persis di "cincin api" dengan rangkaian gunung berapi aktif justru menjadikan kedua negara ini berpotensi besar dalam produksi energi panas bumi (geo-thermal) untuk menggerakkan perekonomian mereka di tengah melonjaknya harga minyak dunia.

"Indonesia dan Filipina mempunyai potensi besar untuk memproduksi energi panas bumi karena letak geologi kedua negara ini," kata Pakar Energi Geo-Thermal Universitas Teknologi Curtin (CUT) Australia, Dr.Mark Tingay, seperti dikutip ABC, Rabu.

Karena letaknya di wilayah "cincin api" (ring of fire) dengan gugusan gunung api aktif dan baru aktif, Indonesia dan Filipina berpotensi besar memanfaatkan sumber energi ini untuk kepentingan perekonomian mereka.

Selama lebih dari 20 tahun terakhir, Indonesia sebenarnya terus memproduksi energi panas bumi. Demikian pula dengan Filipina. Bahkan Filipina dikenal sebagai penghasil energi panas bumi kedua terbesar di dunia, katanya.

Namun, Indonesia dan Filipina, menurut Mark Tingay, menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan produksi energi panas buminya lebih lanjut.

Laporan Institut Teknologi Massachusetts (MIT) menyebutkan bahwa Amerika Serikat sendiri memiliki cadangan energi panas bumi yang cukup untuk memasok kebutuhan dunia untuk 30 ribu tahun mendatang.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan potensi besar energi panas bumi ini, negara-negara di Asia mutlak meningkatkan investasinya seraya mengembangkan penelitian di bidang energi geo-thermal.

*) My news for ANTARA on July 2, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity