Wednesday, July 16, 2008

PM AUSTRALIA SAMBUT RESMI KUNJUNGAN PAUS BENEDIKTUS XVI

Paus Benediktus XVI yang berkunjung ke Australia untuk pertama kalinya guna menghadiri perayaan Hari Pemuda Sedunia (WYD), Kamis pagi, mendapat penyambutan resmi Perdana Menteri Australia Kevin Rudd dalam sebuah acara di kompleks gedung "Government House" New South Wales, Sydney.

Acara penyambutan yang disiarkan langsung Stasiun Televisi "Channel Seven" (Saluran Tujuh) Australia itu dimulai sekitar Pukul 09.00 (waktu Brisbane) atau tiga menit setelah mobil sedan putih yang membawa Paus tiba.

Pada saat keluar dari mobil, Pemimpin umat Katolik sedunia itu disambut Gubernur Jenderal Mayjen (purn) Michael Jeffery dan Gubernur NSW Prof.Marie Bashir sebelum melintasi karpet merah menuju podium.

Seterusnya Paus Benediktus XVI turun dari podium untuk menginspeksi barisan pengawal federasi sembari sesekali melambaikan tangannya ke kumpulan warga masyarakat yang menyaksikan langsung jalannya acara penyambutan resmi tersebut.

PM Rudd dalam pidato sambutannya menyampaikan sambutan hangat kepada Paus Benediktus sebagai tamu terhormat atas nama pemerintah dan rakyat Australia.

Kedatangan Paus Benediktus ke Australia tidak hanya sangat penting bagi komunitas Katolik di negara itu, tetapi juga merupakan kehormatan bagi Australia, katanya.

PM Rudd selanjutnya mengatakan bahwa kedatangan Paus juga disambut hangat oleh komunitas Kristen yang lebih luas dan komunitas penganut agama-agama lain yang ada di Australia.

"Anda disambut sebagai (pembawa) suara pengharapan...," katanya.

PM Rudd juga mengatakan bahwa dirinya diminta masyarakat Australia keturunan Aborigin dan Torres Strait Island untuk menyampaikan sambutan hangat mereka untuk Paus.

Sementara itu, dalam pidato balasannya, Paus Benediktus antara lain menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Australia di bawah kepemimpinan PM Rudd yang telah berani mengambil keputusan untuk meminta maaf kepada masyarakat Aborigin atas berbagai ketidakadilan di masa lalu.

Acara penyambutan resmi pemerintah federal Australia terhadap Paus Benediktus itu menandai apa yang disebut panitia penyelenggara WYD sebagai "Kamis Super" itu.

Kamis sore, Paus Benediktus menyapa ratusan ribu umat Katolik di kota Sydney. Paus mengawali kemunculannya langsung di tengah umatnya Kamis sore dengan naik kapal ke kawasan Barrangaroo. Dari situ, Paus selanjutnya naik mobil khusus untuk menyapa umatnya.

Pemuda Katolik Indonesia

Di antara ratusan ribu peserta WYD yang datang dari berbagai pelosok dunia itu, ada sedikitnya seribu orang pemuda/i Katolik Indonesia yang sengaja datang dari Tanah Air ke Sydney.

Kabid Penerangan Konsulat Jenderal RI di Sydney, Minister Counsellor Pratito Soeharyo, kepada ANTARA mengatakan, anak-anak muda Indonesia itu datang ke Sydney secara perorangan maupun berkelompok.

Di tengah momentum penting perlehatan kaum muda Katolik sedunia itu, masyarakat Katolik Indonesia yang berdomisili di Sydney, Selasa (15/7), menggelar acara "Indonesian gathering" (Kumpul Indonesia) yang diisi dengan rangkaian acara seni gerak dan lagu, katanya.

Acara yang berlangsung di gedung Pusat Konvensi kawasan wisata Darling Harbour Sydney itu dihadiri sekitar 2.000 orang, termasuk Konjen RI di Sydney, Sudaryomo Hartosudarmo, dan beberapa tokoh gereja Katolik Indonesia Sydney, kata Pratito.

Hari Rabu (16/7), satu kelompok peserta WYD dari Indonesia juga menggelar sebuah acara yang membawa pesan "keberpihakan pada lingkungan hidup" di kawasan wisata Darling Harbour.

Kelompok beranggotakan 200 orang itu menggelar acara bertajuk "Preferential for the Nature" (Keberpihakan pada Alam) dengan memberi brosur-brosur tentang pentingnya memelihara lingkungan hidup dalam bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, Spanyol, dan Mandarin.

Stefanus Indradi, relawan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang ikut mengorganisir acara di Darling Harbour itu, mengatakan, pihaknya menyemarakkan kampanye lingkungan hidup ini dengan menggelar tarian massal "Sajojo".

Perayaan Hari Pemuda Sedunia itu sendiri resmi dibuka Uskup Agung Sydney George Pell 15 Juli lalu. Paus Benediktus dalam pesan singkat (SMS)-nya menyebut kaum muda Katolik sebagai pengharapan Tuhan dan umat-Nya.

"Sahabat muda, Tuhan dan umat-Nya berharap banyak dari Anda karena bersama Anda bersemayam hadiah teragung: ruhul Yesus - BXVI," sebut SMS tersebut.

*) My updated news for ANTARA on July 17, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity