Sekelompok pemuda/i Katolik Indonesia peserta kegiatan Hari Pemuda Sedunia (WYD) yang menghadirkan Paus Benediktus XVI di Sydney menggelar sebuah acara yang membawa pesan "keberpihakan pada lingkungan hidup" di kawasan wisata Darling Harbour, Rabu.Kelompok beranggotakan 200 orang itu menggelar acara bertajuk "Preferential for the Nature" (Keberpihakan pada Alam) dengan memberi brosur-brosur tentang pentingnya memelihara lingkungan hidup dalam bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, Spanyol, dan Mandarin.
Stefanus Indradi, relawan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang ikut mengorganisir acara di Darling Harbour itu, mengatakan, pihaknya menyemarakkan kampanye lingkungan hidup ini dengan menggelar tarian massal "Sajojo".
"Banyak juga para pengunjung yang ikut menari Sajojo," katanya kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Rabu sore.
Stefanus mengatakan, pihaknya membentangkan spanduk berukuran sepuluh kali sepuluh meter untuk menegaskan pesan moril "selamatkan lingkungan" kepada semua orang di dunia, termasuk anak-anak Indonesia di Australia.
Acara di Darling Harbour itu merupakan bagian dari kegiatan kelompoknya untuk ikut memeriahkan WYD. Ia mengatakan, pihaknya menghimpun 200 orang pemuda/i Indonesia yang berasal dari tujuh provinsi di Tanah Air untuk mengikuti WYD di Sydney ini. Mereka berangkat dalam tiga gelombang yakni pada 9, 11 dan 13 Juli.
Partisipasi mereka di perlehatan akbar yang dihadiri Paus Benediktus XVI itu membawa nama gereja.
Selama di Sydney, bersama ratusan ribu orang anak muda dari berbagai negara, mereka mengikuti kegiatan pengajaran mengenai iman, renungan jalan salib, misa penutupan dalam suasana tuguran, dan misa penutupan bersama Paus Benediktus, katanya.
Dalam perlehatan WYD yang berlangsung enam hari di Sydney ini, Indonesia diwakili oleh lebih dari seribu orang pemuda/i Katolik yang sengaja datang dari Tanah Air.
Kabid Penerangan Konsulat Jenderal RI di Sydney, Minister Counsellor Pratito Soeharyo, mengatakan, mereka datang ke Sydney secara perorangan maupun berkelompok.
Di tengah momentum penting perlehatan kaum muda Katolik sedunia itu, masyarakat Katolik Indonesia yang berdomisili di Sydney, Selasa (15/7), menggelar acara "Indonesian gathering" (Kumpul Indonesia) yang diisi dengan rangkaian acara seni gerak dan lagu, kata Pratito.
Acara yang berlangsung di gedung Pusat Konvensi kawasan wisata Darling Harbour Sydney itu dihadiri sekitar 2.000 orang, termasuk Konjen RI di Sydney, Sudaryomo Hartosudarmo, dan beberapa tokoh gereja Katolik Indonesia Sydney, katanya.
Perayaan Hari Pemuda Sedunia sendiri resmi dibuka Uskup Agung Sydney George Pell dalam sebuah acara meriah yang dihadiri ratusan ribu orang penziarah dari berbagai negara, Selasa (15/7). Mereka memadati kawasan Barangaroo yang menjadi tempat acara pembukaan berlangsung.
Paus Benediktus XVI tidak hadir dalam acara pembukaan itu, namun ia sempat mengirim pesan singkat (SMS). Dalam pesan SMS-nya itu, Paus menyapa kaum muda Katolik dengan menyebut diri mereka pengharapan Tuhan dan umat-Nya.
"Sahabat muda, Tuhan dan umat-Nya berharap banyak dari Anda karena bersama Anda bersemayam hadiah teragung: ruhul Yesus - BXVI," sebut SMS tersebut.
Pihak panitia menyebutkan 150 ribu orang sudah hadir di Sydney untuk WYD dan lebih dari 100 ribu orang di antaranya datang dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Filipina.
Paus Benediktus XVI yang tiba Sydney Minggu (13/7) sore itu baru muncul di tengah publik pada Kamis (17/7) dan menyapa ratusan ribu orang peserta WYD di lapangan pacuan kuda "Randwick" Sydney pada 20 Juli.
*) My updated news for ANTARA on July 16, 2008

No comments:
Post a Comment