Thursday, July 10, 2008

PERLUASAN PERKEBUNAN SAWIT ANCAM HUTAN INDONESIA

Peneliti senior Universitas Nasional Australia (ANU), Dr.John McCarthy, mengatakan, perluasan perkebunan sawit di Indonesia telah memberikan "berkah" kepada sebagian pihak namun kehadirannya juga memberi dampak sosial-ekonomi dan lingkungan yang besar terhadap kelestarian hutan di negara itu.

McCarthy mengungkapkan pandangannya dalam penjelasan pers yang diterima ANTARA dari Staf Humas ANU, Martyn Pearce, di Brisbane, Kamis, sehubungan dengan proyek riset ANU dan Universitas Queensland tentang perkebunan sawit dan perubahan agraria di daerah-daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Proyek riset yang dipimpin McCarthy bertajuk "Oil palm and agrarian change on the Indonesian and Malaysia frontiers" ini didanai Dewan Riset Australia.
Dr.John McCarthy mengatakan, jutaan hektar lahan hutan Indonesia telah dikonversi menjadi perkebunan sawit. Di sekitar wilayah-wilayah perkebunan itu, hidup puluhan juta orang.

Kehadiran perkebunan-perkebunan sawit ini bak "penggalian emas" massal di era modern yang memberikan keuntungan secara finansial kepada sebagian orang, katanya.

Hanya saja, jika semua pihak serius merespons tantangan pemanasan global saat ini, diperlukan pemahaman yang sebaik mungkin tentang fenomena perkebunan minyak kelapa sawit ini mengingat kehadirannya menjadi penyebab utama deforestasi (kehancuran hutan) di Indonesia, katanya.

Peneliti dari Sekolah Ekonomi dan Pembangunan Crawford yang menjadi ketua tim dalam proyek riset itu lebih lanjut mengatakan, perluasan perkebunan-perkebunan sawit khususnya di Indonesia tidak hanya berdampak pada perubahan lingkungan dan kerusakan hutan tetapi juga menimbulkan ketimpangan sosial.

"Seandainya komunitas global ingin mengurangi kerusakan, penting sekali bagi kita memahami isu-isu di seputar 'ledakan' dalam pertumbuhan perkebunan kelapa sawit," katanya.

McCarthy melihat meningkatnya permintaan China dan India akan minyak kelapa sawit dan naiknya harga komoditas bahan pangan maupun bahan bakar nabati (bio-fuel) semakin mendukung prospek ekonomis komoditas ini.

"Minyak sawit saat ini merupakan minyak terperbaharui kedua terbesar yang dikonsumsi di dunia, dan per unit wilayahnya, merupakan minyak nabati tertinggi di dunia. Ini benar-benar menguntungkan mereka yang terlibat (dalam bisnis ini). Pada tahun lalu saja, harga produk ini pun naik tiga kali lipat," katanya.

Di satu sisi, perluasan perkebunan sawit ini memberi pendapaan yang besar kepada pemerintah, pengusaha dan pemilik lahan, namun pada saat yang sama, kehadirannya juga memicu konflik dan ketimpangan sosial, katanya.

"Proyek riset kami ini bertujuan untuk memahami skala perubahan lingkungan dan dampaknya terhadap kehidupan jutaan orang kecil. Kami tertarik untuk mengkaji bagaimana kebijakan-kebijakan bisa diubah untuk membantu kehidupan masyarakat lokal dengan cara yang lebih berkesinambungan," katanya.

Indonesia dan Malaysia merupakan dua produsen utama minyak kelapa sawit dunia.

*) My news for ANTARA on July 10, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity