Saturday, July 19, 2008

PAUS MINTA PEMUDA PEMUDI KATOLIK JADI "KURIR PERDAMAIAN"

Paus Benediktus XVI, Minggu, merayakan misa terakhir bersama ratusan ribu pemuda pemudi dan peziarah peserta Hari Pemuda Sedunia (WYD) di areal kompleks pacuan kuda "Randwick" Sydney dengan berpesan agar mereka menjadi "kurir perdamaian" ke seluruh dunia.

Momen bersejarah puncak kegiatan WYD yang telah berlangsung enam hari itu disiarkan langsung Stasiun Televisi "Special Broadcasting Service" (SBS).

Dalam acara religi yang diisi dengan rangkaian doa dan lantunan lagu-lagu gerejawi itu, Paus juga berpesan tentang kekeringan spiritualitas yang kini merasuki kehidupan modern umat manusia.

Di antara ratusan ribu pemuda pemudi Katolik yang rela bermalam di kawasan kompleks pacuan kuda "Randwick" untuk menanti misa terakhir Paus itu ada lebih dari seribu orang jamaat Indonesia yang datang langsung dari Tanah Air.

Pemimpin tertinggi gereja Katolik berusia 81 itu juga mengumumkan Madrid, Spanyol, sebagai kota berikut yang akan menjadi tuan rumah WYD tahun 2011.

Sebelum Paus memimpin doa, Uskup Agung Sydney Kardinal George Pell memberi pidato sambutan. Kardinal kelahiran Ballarat 8 Juni 1941 ini antara lain mengatakan bahwa gereja katolik di Australia tetap hidup dan muda.

Perayaan misa terakhir ini berlangsung sehari setelah Paus Benediktus XVI memenuhi janjinya untuk meminta maaf atas skandal pedofilia dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan gereja Katolik Australia.

Permintaan maaf yang mendalam dan ungkapan rasa "malu" atas pelecehan seksual yang dilakukan sejumlah pastor terhadap anak-anak di Australia itu disampaikan Paus dalam sebuah acara keagamaan di Katedral St.Mary Sydney, Sabtu pagi.

Stasiun televisi dan jaringan pemberitaan "ABC" melaporkan, pemimpin tertinggi gereja Katolik sedunia itu mengakui adanya rasa malu yang dirasakan kalangan gereja akibat kasus-kasus pelecehan seksual ini.

"Sungguh, saya meminta maaf yang mendalam atas sakit dan derita para korban, dan saya mau meyakinkan mereka bahwa selaku pastor mereka, saya ikut merasakan penderitaan mereka," katanya.

Paus Benediktus XVI menyebut tindakan pastor yang terlibat dalam kasus pedofilia itu sebagai "setan". "Para korban harus menerima kasih dan perawatan, dan mereka yang bertanggungjawab atas kejahatan setan ini harus diadili," katanya.

Saat berkunjung ke Amerika Serikat April lalu, Paus berkebangsaan Jerman dan lahir pada 16 April 1927 dengan nama Joseph Alois Ratzinger itu juga menyampaikan permintaan maaf atas kasus yang sama.

Dalam masalah ini, Paus mengingatkan pentingnya gereja Katolik melakukan rekonsiliasi, mencegah, menolong dan melihat kesalahan.

"Harus jelas bahwa seorang pendeta yang sesungguhnya tidak sejalan dengan (kekerasan seksual) ini karena pendeta melayani Tuhan kita," katanya.

Kegiatan WYD 2008 yang dibuka secara resmi oleh Uskup Agung Sydney Kardinal George Pell Selasa lalu itu berlangsung damai dan meriah namun juga diwarnai aksi demonstrasi kelompok penentang kebijakan gereja Katolik tentang homoseksualitas, aborsi dan penggunaan kontrasepsi.

Di tengah kehadiran Paus Benediktus di Sydney itu, media setempat juga sempat mempublikasi hasil survei online jaringan sosial "MySpace" yang mengungkapkan bahwa mayoritas remaja dan pemuda Australia merasa gereja Katolik di negaranya "tidak bersentuhan" dengan mereka.

*) My updated news for ANTARA on July 20, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity