Provinsi Jawa Barat yang menjadi tema sentral Festival Indonesia (FI) 2008 akan mempromosikan berbagai potensi perdagangan, investasi, dan pariwisatanya yang besar dalam ajang tahunan yang berlangsung di Royal Exhibition Building, Karlton, Melbourne, pada 29-31 Agustus mendatang.Di FI yang sudah diselenggarakan KJRI Melbourne sejak 2005 itu, Pemda Jawa Barat sudah berkomitmen untuk mengirim satu delegasi dagang yang besar, kata Minister Consellor Bidang Ekonomi Konsulat Jenderal RI di Melbourne, Jahar Gultom, Selasa.
Bahkan Badan Koordinasi Promosi Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Jabar telah pun mereservasi tujuh gerai untuk kepentingan promosi misi mereka, katanya.
Gerai-gerai itu antara lain akan diisi oleh kalangan industri produk tekstil dan makanan, dinas perindustrian, perdagangan, koperasi, serta usaha kecil dan menengah, kata Gultom.
Dalam ajang promosi potensi perdagangan dan investasi, pariwisata, dan diplomasi budaya Indonesia terbesar di negara bagian Victoria, Australia, itu, perusahaan perkebunan teh nasional (PTPN VIII) dan Jababeka juga akan ikut, katanya.
"Jabar pun akan memperkenalkan potensi sektor pertambangannya," kata Gultom.
Diharapkan partisipasi para pengusaha kecil dan menengah dapat lebih meningkat di FI 2008. Walaupun Jabar menjadi tema sentral kegiatan yang berlangsung di gedung eksibisi bersejarah kota Melbourne ini, tidak berarti bahwa FI hanya diikuti oleh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Jabar saja, katanya.
Pemda lain juga ikut
"Sejauh ini yang sudah menyatakan akan hadir adalah para delegasi Sumatera Barat, Bali, Banten, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, dan Kabupaten Sragen (Jawa Tengah). Jabar sendiri diwakili oleh pemerintah provinsi, Pemkot Bandung, Penkab Sumedang, Garut, dan Ciamis," katanya.
Di luar peserta Pemda, FI 2008 juga akan dimeriahkan oleh kehadiran delegasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, BKPM, Badan Pengembangan Ekspor Nasional Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, Danarhadi, dan beberapa perusahan Australia, katanya.
KJRI Melbourne bersama Garuda Indonesia dan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) Sydney juga akan memanfaatkan ajang FI 2008 yang penyelenggaraannya didukung Bank Indonesia, Bank Mandiri, dan BNI 1946 ini untuk menjaring sebanyak mungkin pengusaha Australia guna berpartisipasi di Pameran Produk Ekspor di Jakarta Oktober 2008, katanya.
Pada FI 2007 yang acara puncaknya berlangsung di kawasan wisata Waterfront City Dockland, Melbourne, belasan ribu orang pengunjung tidak hanya dihibur dengan serangkaian acara seni-budaya Nusantara, tetapi mereka juga bisa menikmati pameran perdagangan dan bazar makanan.
Data statistik perdagangan menunjukkan total nilai perdagangan Indonesia-Australia 2006-2007 mencapai hampir 10,5 miliar dolar Australia, dan menjadikan Indonesia negara mitra dagang ke-13 Australia.
Saat ini setidaknya terdapat 400 perusahaan Australia yang beroperasi di Indonesia, dan peluang investasi di luar bidang pertambangan dan infrastruktur di Indonesia masih terbuka luas bagi para investor Australia.
Negara-negara tujuan ekspor dan impor utama Australia selama ini adalah China, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Singapura, dan Jerman.
Total nilai ekspor Australia mencapai 210 miliar dolar (2006) dan setiap tahunnya menerima sekitar 5,5 juta orang pengunjung asing.
*) My news for ANTARA on July 1, 2008

No comments:
Post a Comment