Mantan menteri luar negeri Australia, Alexander Downer, akan mundur dari arena perpolitikan di negaranya menyusul penunjukan dirinya sebagai utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Siprus.Jaringan pemberitaan ABC, Selasa, melaporkan, Downer akan mengumumkan pengunduran dirinya itu hari Kamis (3/7). Perdana Menteri Kevin Rudd sendiri sangat mendukung penunjukan Downer ini.
Bahkan PM Rudd, menurut ABC, telah pun berbicara dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon mengenai penunjukan Downer pada Senin malam (30/6).
Downer tercatat sebagai menlu terlama dalam sejarah Australia (1996-2007). Ia duduk sebagai anggota parlemen Federal Australia dari Partai Liberal setelah kembali memenangkan kursi daerah pemilihan Mayo, Australia Selatan, dalam Pemilu 2007.
Dalam konteks hubungan bilateral Indonesia-Australia, Alexander Downer merupakan sosok yang tak asing di kalangan pejabat pemerintah RI sejak dari era (almarhum) Soeharto sampai Susilo Bambang Yudhoyono.
Politisi konservatif kelahiran 9 September 1951 yang pernah menjadi pemimpin oposisi tersingkat dalam sejarah Partai Liberal (1994-1995) ini mendapatkan pendidikan di Geelong Grammar School di Australia, Radley College Inggris , serta Universitas Newcastle upon Tyne.
Suami Nicola Robinson dan ayah Georgina, Olivia, Edward, dan Henrietta ini juga dikenal sebagai politisi dan diplomat ulung Australia yang fasih berbahasa Perancis.

No comments:
Post a Comment