Tuesday, July 15, 2008

HARI PEMUDA SEDUNIA DIBUKA DI SYDNEY, PAUS KIRIM SMS

Perayaan Hari Pemuda Sedunia (WYD) resmi dibuka Uskup Agung Sydney George Pell di depan ratusan ribu orang penziarah dari berbagai negara yang memadati kawasan Barangaroo, Sydney, Selasa.

Paus Benediktus XVI tidak hadir dalam acara pembukaan itu namun Uskup Agung George Pell, seperti dikutip jaringan pemberitaan ABC, mengatakan, Paus sempat mengirim pesan singkat (SMS)-nya Selasa pagi.

Dalam pesan SMS itu, pemimpin umat Katolik sedunia itu menyapa kaum muda Katolik dengan menyebut diri mereka pengharapan Tuhan dan umat-Nya.

"Sahabat muda, Tuhan dan umat-Nya berharap banyak dari Anda karena bersama Anda bersemayam hadiah teragung: ruhul Yesus - BXVI," sebut SMS tersebut.

Pihak panitia menyebutkan 150 ribu orang sudah hadir di Sydney untuk WYD dan lebih dari 100 ribu orang di antaranya datang dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Filipina.

Paus Paus Benediktus XVI yang tiba Sydney Minggu sore itu baru muncul di tengah publik mulai Kamis (17/7) dan menyapa ratusan ribu orang peziarah peserta WYD yang akan memadati lapangan pacuan kuda "Randwick" Sydney pada 20 Juli.

Pada kesempatan itu, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd menyambut hangat kehadiran para penziarah dalam beberapa bahasa. PM Rudd mengatakan, mereka hadir di Sydney untuk satu "perayaan hidup yang agung", "perayaan keyakinan (agama) yang agung" dan "perayaan harapan yang agung".

Pemimpin Australia ini melukiskan para penziarah Katolik yang datang ke Sydney sebagai "cahaya dunia di saat dunia penuh dengan kegelapan".

PM Rudd mengatakan, ia termasuk orang yang tidak percaya dengan ucapan sejumlah kalangan bahwa "tidak ada tempat bagi kepercayaan (agama) di Abad ke-21 ini". Bahkan ada pula yang berpendapat bahwa "keyakinan (agama) adalah musuh logika".

Terhadap pendapat mereka ini, PM Rudd menegaskan bahwa "mereka itu salah karena kepercayaan dan pemikiran (logika) adalah dua sahabat agung dalam sejarah manusia dan masa depan kita."

Minta maaf

Sementara itu, selama sepekan kunjungan pertamanya di Australia, Paus Benediktus XVI berjanji menyampaikan permintaan maaf atas skandal pedofilia dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan gereja Katolik negara itu.

Paus berkebangsaan Jerman dan lahir pada 16 April 1927 dengan nama Joseph Alois Ratzinger itu mengatakan, dia akan menyampaikan permintaan maaf seperti yang telah ia lakukan saat mengunjungi Amerika Serikat April lalu.

Dalam masalah ini, Paus mengingatkan pentingnya gereja Katolik melakukan rekonsiliasi, mencegah, menolong dan melihat kesalahan. "Harus jelas bahwa seorang pendeta yang sesungguhnya tidak sejalan dengan (kekerasan seksual) ini karena pendeta melayani Tuhan kita," katanya.

Media Australia menyebutkan para korban kekerasan seksual para pendeta Katolik Australia telah mengimbau Paus agar meminta maaf. Pada 2002 lalu, pihak Keuskupan Australia juga pernah menyampaikan permintaan maaf untuk kasus-kasus kekerasan seksual di masa lalu.

Di tengah kehadiran Paus Benediktus di Sydney untuk merayakan WYD itu, media setempat mempublikasi hasil survei online jaringan sosial "MySpace" yang mengungkapkan mayoritas remaja dan pemuda Australia merasa gereja Katolik di negaranya "tidak bersentuhan" dengan mereka.

Hasil survei yang diikuti remaja Australia berusia 14 sampai 24 tahun itu menunjukkan, jumlah responden yang berpendapat bahwa gereja Katolik berjarak dengan kaum muda ini mencapai 77 persen. Selain itu, 89 persen responden survei ini juga menolak ajaran gereja Katolik tentang pentingnya menjaga keperawanan sampai mereka menikah.

Di mata 65 persen responden yang bukan beragama Katolik dan Kristen, perlehatan WYD ini sama sekali tidak ada relevansinya buat mereka.

Bagi Kelsey-Lee, remaja asal Queensland yang ikut dalam survei itu, perlehatan WYD ini tiada lain adalah Hari Pemuda Katolik Sedunia bukan Hari Pemuda Sedunia.

Menurut dia, WYD adalah kegiatan bodoh yang menghambur-hamburkan uang pajak rakyat untuk sesuatu yang berbau agama di saat negara dan agama terpisah.

*) My news for ANTARA on July 15, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity