Perayaan Hari Pemuda Sedunia (WYD) resmi dibuka Uskup Agung Sydney George Pell di depan ratusan ribu orang penziarah dari berbagai negara yang memadati kawasan Barangaroo, Sydney, Selasa.Paus Benediktus XVI tidak hadir dalam acara pembukaan itu namun Uskup Agung George Pell, seperti dikutip jaringan pemberitaan ABC, mengatakan, Paus sempat mengirim pesan singkat (SMS)-nya Selasa pagi.
Dalam pesan SMS itu, pemimpin umat Katolik sedunia itu menyapa kaum muda Katolik dengan menyebut diri mereka pengharapan Tuhan dan umat-Nya.
"Sahabat muda, Tuhan dan umat-Nya berharap banyak dari Anda karena bersama Anda bersemayam hadiah teragung: ruhul Yesus - BXVI," sebut SMS tersebut.
Pihak panitia menyebutkan 150 ribu orang sudah hadir di Sydney untuk WYD dan lebih dari 100 ribu orang di antaranya datang dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Filipina.
Paus Paus Benediktus XVI yang tiba Sydney Minggu sore itu baru muncul di tengah publik mulai Kamis (17/7) dan menyapa ratusan ribu orang peziarah peserta WYD yang akan memadati lapangan pacuan kuda "Randwick" Sydney pada 20 Juli.
Pada kesempatan itu, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd menyambut hangat kehadiran para penziarah dalam beberapa bahasa. PM Rudd mengatakan, mereka hadir di Sydney untuk satu "perayaan hidup yang agung", "perayaan keyakinan (agama) yang agung" dan "perayaan harapan yang agung".
Pemimpin Australia ini melukiskan para penziarah Katolik yang datang ke Sydney sebagai "cahaya dunia di saat dunia penuh dengan kegelapan".
PM Rudd mengatakan, ia termasuk orang yang tidak percaya dengan ucapan sejumlah kalangan bahwa "tidak ada tempat bagi kepercayaan (agama) di Abad ke-21 ini". Bahkan ada pula yang berpendapat bahwa "keyakinan (agama) adalah musuh logika".
Terhadap pendapat mereka ini, PM Rudd menegaskan bahwa "mereka itu salah karena kepercayaan dan pemikiran (logika) adalah dua sahabat agung dalam sejarah manusia dan masa depan kita."
Minta maaf
Sementara itu, selama sepekan kunjungan pertamanya di Australia, Paus Benediktus XVI berjanji menyampaikan permintaan maaf atas skandal pedofilia dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan gereja Katolik negara itu.
Paus berkebangsaan Jerman dan lahir pada 16 April 1927 dengan nama Joseph Alois Ratzinger itu mengatakan, dia akan menyampaikan permintaan maaf seperti yang telah ia lakukan saat mengunjungi Amerika Serikat April lalu.
Dalam masalah ini, Paus mengingatkan pentingnya gereja Katolik melakukan rekonsiliasi, mencegah, menolong dan melihat kesalahan. "Harus jelas bahwa seorang pendeta yang sesungguhnya tidak sejalan dengan (kekerasan seksual) ini karena pendeta melayani Tuhan kita," katanya.
Media Australia menyebutkan para korban kekerasan seksual para pendeta Katolik Australia telah mengimbau Paus agar meminta maaf. Pada 2002 lalu, pihak Keuskupan Australia juga pernah menyampaikan permintaan maaf untuk kasus-kasus kekerasan seksual di masa lalu.
Di tengah kehadiran Paus Benediktus di Sydney untuk merayakan WYD itu, media setempat mempublikasi hasil survei online jaringan sosial "MySpace" yang mengungkapkan mayoritas remaja dan pemuda Australia merasa gereja Katolik di negaranya "tidak bersentuhan" dengan mereka.
Hasil survei yang diikuti remaja Australia berusia 14 sampai 24 tahun itu menunjukkan, jumlah responden yang berpendapat bahwa gereja Katolik berjarak dengan kaum muda ini mencapai 77 persen. Selain itu, 89 persen responden survei ini juga menolak ajaran gereja Katolik tentang pentingnya menjaga keperawanan sampai mereka menikah.
Di mata 65 persen responden yang bukan beragama Katolik dan Kristen, perlehatan WYD ini sama sekali tidak ada relevansinya buat mereka.
Bagi Kelsey-Lee, remaja asal Queensland yang ikut dalam survei itu, perlehatan WYD ini tiada lain adalah Hari Pemuda Katolik Sedunia bukan Hari Pemuda Sedunia.
Menurut dia, WYD adalah kegiatan bodoh yang menghambur-hamburkan uang pajak rakyat untuk sesuatu yang berbau agama di saat negara dan agama terpisah.

No comments:
Post a Comment