Forum Masa Depan Bahan Bakar Minyak (FFF) Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Riset Persemakmuran Australia (CSIRO) memperkirakan harga per liter BBM di negara itu bisa naik dari kurang dari dua dolar Australia saat ini menjadi delapan dolar Australia (lebih dari Rp64 ribu) pada tahun 2018.Perkiraan harga delapan dolar per liter itu disampaikan Peneliti Bidang Energi CSIRO, Dr.John Wright,sebagai skenario terburuk mengingat masa depan harga minyak dunia masih tidak menentu.
Jika kondisi terburuk ini terjadi, yang paling terpukul adalah lapisan masyarakat Australia berpenghasilan rendah, katanya dalam pernyataan pers yang dikeluarkan CSIRO berkaitan dengan peluncuran laporan kajian FFF CSIRO di Melbourne, Jumat.
Laporan bertajuk "Fuel for thought ? The future of transport fuels: challenges and opportunities" (BBM untuk Pemikiran - Masa Depan Bahan Bakar Transpor: Tantangan dan Peluang) itu menyarikan apa yang telah didiskusikan para anggota FFF selama setahun.
Skenario terburuk ini, menurut Dr.Wright, dapat dipandang sebagai katalisator bagi aksi awal pengembangan opsi-opsi BBM alternatif, teknologi kendaraan beremisi rendah, dan pembangunan infrakstrutur yang mendukung alat transportasi yang berkesinambungan.
Sebagai bangsa yang pemakaian kendaraan bermotornya relatif tinggi, Australia sangat rentan terhadap pengaruh ekonomis, lingkungan dan sosial dari naiknya harga minyak dan suhu, katanya.
Karenanya, mengamankan akses terhadap ketersediaan BBM dengan harga yang terjangkau sangat penting bagi perekonomian dan gaya hidup Australia, katanya.
Forum Masa Depan BBM CSIRO ini tidak hanya menghimpun kalangan peneliti tetapi juga para wakil masyarakat, pemerintah dan industri.
Di antara mitra forum ini adalah Asosiasi Otomobil Australia, Perhimpunan Studi Minyak dan Gas Australia, Yayasan Konservasi Australia, Grup ARRB, Asosiasi Bahan Bakar Nabati Australia, Caltex, Insinyur Australia, dan Iklim Masa Depan Australia.
Selanjutnya Heck Group, GM Holden, NRMA, Komisi Transportasi Nasional, Pusat Advokasi Kepentingan Publik, Kereta Api Queensland, Sasol Chevron, Pemerintah Negara Bagian Australia Selatan, Pemerintah Negara Bagian Victoria, dan Woolworths.

No comments:
Post a Comment