Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid, Wimar Witoelar, membahas isu hubungan bertetangga di kawasan Asia Pasifik dalam Forum "North Australia" Australian Broadcasting Corporation (ABC) bersama Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Gedung Pusat Konvensi Darwin, Selasa sore.Diskusi panel yang dimoderatori Pemimpin ABC di Darwin, Mark Bowling, itu juga menghadirkan Direktur Penyiaran Nasional Papua New Guinea, Joseph Ealedona, kata Konsul RI di Darwin, Harbangan Napitupulu, kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Selasa.
"Pak Wimar adalah satu-satunya pembicara undangan dari Indonesia," katanya.
Napitupulu mengatakan, Wimar, Presiden Horta dan Ealedona mengupas perihal hubungan bertetangga di kawasan Asia Pasifik, serta bagaimana impian bersama di tengah budaya yang berbeda, peluang dan tantangan dalam kemajuan wilayah utara Australia di kawasan yang berkembang dinamis.
Forum yang membahas enam tema utama yang mempengaruhi kemajuan negara bagian Northern Territory (NT), seperti masalah air, masyarakat pribumi, sumberdaya pertambangan, perubahan kependudukan, perdagangan dan hubungan NT dengan negara-negara Asia itu juga diikuti para tokoh asal Australia.
"Saya tadi menghadiri sesi pagi yang membahas empat belas topik bahasan, termasuk masalah air dan pembangunan. Di antara pembicara dalam forum ini adalah chief minister (menteri kepala) dan bekas menteri perdagangan Northern Territory," kata Napitupulu.
Negara bagian NT merupakan wilayah Australia yang secara geografis paling dekat dengan kawasan timur Indonesia, Timor Leste dan PNG. Secara kesejarahan, penduduk Aborigin bahkan sudah memiliki hubungan sosial dan kultural dengan para pelaut Makassar jauh sebelum para petualang Inggris, seperti James Cook, datang.

No comments:
Post a Comment