Monday, June 23, 2008

WIMAR WITOELAR DAN PRESIDEN HORTA BICARA DI FORUM "NORTH AUSTRALIA"

Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid, Wimar Witoelar, membahas isu hubungan bertetangga di kawasan Asia Pasifik dalam Forum "North Australia" Australian Broadcasting Corporation (ABC) bersama Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Gedung Pusat Konvensi Darwin, Selasa sore.

Diskusi panel yang dimoderatori Pemimpin ABC di Darwin, Mark Bowling, itu juga menghadirkan Direktur Penyiaran Nasional Papua New Guinea, Joseph Ealedona, kata Konsul RI di Darwin, Harbangan Napitupulu, kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Selasa.

"Pak Wimar adalah satu-satunya pembicara undangan dari Indonesia," katanya.

Napitupulu mengatakan, Wimar, Presiden Horta dan Ealedona mengupas perihal hubungan bertetangga di kawasan Asia Pasifik, serta bagaimana impian bersama di tengah budaya yang berbeda, peluang dan tantangan dalam kemajuan wilayah utara Australia di kawasan yang berkembang dinamis.

Forum yang membahas enam tema utama yang mempengaruhi kemajuan negara bagian Northern Territory (NT), seperti masalah air, masyarakat pribumi, sumberdaya pertambangan, perubahan kependudukan, perdagangan dan hubungan NT dengan negara-negara Asia itu juga diikuti para tokoh asal Australia.

"Saya tadi menghadiri sesi pagi yang membahas empat belas topik bahasan, termasuk masalah air dan pembangunan. Di antara pembicara dalam forum ini adalah chief minister (menteri kepala) dan bekas menteri perdagangan Northern Territory," kata Napitupulu.

Negara bagian NT merupakan wilayah Australia yang secara geografis paling dekat dengan kawasan timur Indonesia, Timor Leste dan PNG. Secara kesejarahan, penduduk Aborigin bahkan sudah memiliki hubungan sosial dan kultural dengan para pelaut Makassar jauh sebelum para petualang Inggris, seperti James Cook, datang.

*) My news for ANTARA on June 24, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity