Wednesday, June 4, 2008

WALIKOTA DARWIN YANG BARU PERKUAT KERJA SAMA DENGAN AMBON

Konsul RI Darwin Harbangan Napitupulu mengatakan, pihaknya siap mengatur kunjungan Walikota Darwin, Graeme Sawyer, ke Ambon tahun ini untuk memperkuat kerja sama "kota kembar" (sister city) dengan ibukota Provinsi Maluku itu.

"Saya harapkan beliau menyempatkan diri ke Ambon dan kita siap mengatur kunjungan beliau itu," kata Napitupulu kepada ANTARA seusai melakukan kunjungan kehormatan kepada Sawyer di kantornya, Rabu sore.

Graeme Sawyer diangkat sebagai walikota Darwin tahun ini menyusul kemenangannya dalam pemilihan April lalu dengan perolehan suara mencapai sekitar 56,8 persen.

Dalam kunjungan kehormatan itu, Napitupulu mengatakan, ia didampingi Sekretaris II Pensosbud Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja, Sekretaris III/Pensosbud Konsulat RI Darwin, Wahono Yulianto, Komandan KRI Arung Samudera, Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono, dan Kapten Laut (P) Rizky Prayudi (KRI Arung Samudera).

"Saya menekankan pentingnya pemerintah kota Darwin dan Ambon meningkatkan kerja sama. Tampaknya Walikota Graeme Sawyer juga menyadari bahwa Indonesia adalah tetangga terdekat kota Darwin. Bahkan jaraknya jauh lebih dekat dibandingkan jarak Darwin ke Sydney dan Melbourne," katanya.

Walikota Graeme Sawyer memberikan dukungannya pada kegiatan tahunan kapal layar Darwin-Ambon dan "Sail Indonesia" yang mengambil garis awal pelayaran ratusan kapal peserta dari Darwin Juli mendatang, katanya.

Dalam kesempatan itu, Nakhoda KRI Arung Samudera, Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono, melakukan tukar-menukar cindera mata dengan Walikota Darwin Graeme Sawyer.

Mayor Eko Deni mengatakan, ia menjelaskan kehadiran kembali kapal latih tiang tinggi TNI AL di Darwin selama sepekan sejak Selasa (3/6). Kehadiran KRI Arung Samudera di Darwin merupakan yang kedua setelah Agustus 2007.

*) My news for ANTARA on June 4, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity