Monday, June 2, 2008

TEKNISI AUSTRALIA CEK TOTAL KRI ARUNG SAMUDERA DI DARWIN

KRI Arung Samudera akan mendapat pengecekan ulang dari para teknisi "Marine Application", anak perusahaan "Viking Industries Limited" yang memperbaiki kapal latih tiang tinggi TNI AL ini, sebelum meninggalkan Darwin pekan depan menuju Kupang.

Pengecekan ulang para teknisi Marine Application ini merupakan bagian dari pelayanan mereka sebelum KRI Arung Samudera meninggalkan perairan utara Northern Territory, Australia, pekan depan, kata Nakhoda KRI Arung Samudera, Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono, kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Selasa.

"Para teknisi Marine Application akan mengecek lagi seluruh kondisi kapal sebelum kita bertolak ke Tanah Air. Pak Atase Laut di KBRI Canberra, Kolonel Laut Eden Gunawan, selaku penanggungjawab perbaikan KRI Arung Samudera akan menyaksikan langsung jalannya pengecekan akhir ini," katanya.

Mayor Eko Deni mengatakan, perangkat pengecas baterai AKI kapal untuk penerangan kapal kembali tidak berfungsi dengan baik seperti pernah dialami dalam pelayaran dari Brisbane menuju Cairns beberapa waktu lalu.

"Perangkat ini akan menjadi salah satu yang harus diperhatikan pihak Marine Application," katanya.

Kapal layar tiang tinggi buatan Selandia Baru ini merapat di Dermaga Pangkalan Angkatan Laut Australia (RAN) di Darwin Selasa pagi sekitar pukul 08.30 waktu setempat.

Kedatangan kapal yang dinakhodai Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono ini disambut Konsul RI Darwin, Harbangan Napitupulu, dan komandan RAN setempat.

Konsul Harbangan Napitupulu didampingi empat orang stafnya, yakni Maimunah Vera Syafiq (urusan ekonomi), Dwi Hartato (bagian administrasi), Arvinanto Soeriaatmadja dan Wahono Yulianto (bagian penerangan).

KRI Arung Samudera berada di Australia sejak tahun lalu. Pelayaran KRI Arung Samudera ke negeri jiran ini dimaksudkan untuk ikut menyemarakkan penyelenggaraan KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik di Sydney pada 8-9 September 2007 bersama enam kapal layar tiang tinggi Australia.

Namun dalam pelayaran dari Cairns ke Brisbane pada 23 Agustus 2007, kapal dihadang badai besar di perairan Teluk Wide, Queensland, dan sempat terdampar di pantai Rainbow sebelum berhasil ditarik ke Brisbane.

Kapal layar ini berada di Queensland, khususnya Brisbane, selama sekitar sembilan bulan untuk proses perbaikan dan pemulihan akibat kerusakan yang dideritanya akibat badai dan cuaca buruk 23 Agustus 2007 itu.

Pada saat kejadian, Badan Meteorologi dan Geofisika Australia mencatat curah hujan di kawasan Rainbow Beach pada saat musibah terjadi mencapai 813 milimeter atau 10 kali lebih besar dari rata-rata curah hujan bulan Agustus. Intensitas curah hujan di kawasan itu selama beberapa hari pada Agustus 2007 merupakan yang terbesar sejak tahun 1880.

Perbaikan kapal berbobot 120 ton yang sebelum dibeli pemerintah RI bernama "Advanture" ini dilakukan di fasilitas dok milik "Viking Industries Limited" Brisbane melalui anak perusahaannya, "Marine Application".

Dalam proses perbaikan, beberapa perlengkapan kapal yang rusak telah diganti dengan yang baru. Di antara yang diganti baru itu adalah "Centre boat" berbobot 3,5 ton, enam layar, dua mesin, generator dan baling-baling tiga daun.

Kapal layar yang berawak 19 orang awak ini akan melanjutkan pelayarannya dari Darwin ke Kupang pekan depan. Dari Kupang, KRI Arung Samudera langsung menuju pangkalannya di Surabaya. Sebelumnya, kapal ini bertolak dari dermaga RAN "Bulimba" Brisbane menuju Cairns tanggal 6 Mei 2008.

*) My updated news for ANTARA on June 3, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity