Pengecekan ulang para teknisi Marine Application ini merupakan bagian dari pelayanan mereka sebelum KRI Arung Samudera meninggalkan perairan utara Northern Territory, Australia, pekan depan, kata Nakhoda KRI Arung Samudera, Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono, kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Selasa.
"Para teknisi Marine Application akan mengecek lagi seluruh kondisi kapal sebelum kita bertolak ke Tanah Air. Pak Atase Laut di KBRI Canberra, Kolonel Laut Eden Gunawan, selaku penanggungjawab perbaikan KRI Arung Samudera akan menyaksikan langsung jalannya pengecekan akhir ini," katanya.
Mayor Eko Deni mengatakan, perangkat pengecas baterai AKI kapal untuk penerangan kapal kembali tidak berfungsi dengan baik seperti pernah dialami dalam pelayaran dari Brisbane menuju Cairns beberapa waktu lalu.
"Perangkat ini akan menjadi salah satu yang harus diperhatikan pihak Marine Application," katanya.
Kapal layar tiang tinggi buatan Selandia Baru ini merapat di Dermaga Pangkalan Angkatan Laut Australia (RAN) di Darwin Selasa pagi sekitar pukul 08.30 waktu setempat.
Kedatangan kapal yang dinakhodai Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono ini disambut Konsul RI Darwin, Harbangan Napitupulu, dan komandan RAN setempat.
Konsul Harbangan Napitupulu didampingi empat orang stafnya, yakni Maimunah Vera Syafiq (urusan ekonomi), Dwi Hartato (bagian administrasi), Arvinanto Soeriaatmadja dan Wahono Yulianto (bagian penerangan).
KRI Arung Samudera berada di Australia sejak tahun lalu. Pelayaran KRI Arung Samudera ke negeri jiran ini dimaksudkan untuk ikut menyemarakkan penyelenggaraan KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik di Sydney pada 8-9 September 2007 bersama enam kapal layar tiang tinggi Australia.
Namun dalam pelayaran dari Cairns ke Brisbane pada 23 Agustus 2007, kapal dihadang badai besar di perairan Teluk Wide, Queensland, dan sempat terdampar di pantai Rainbow sebelum berhasil ditarik ke Brisbane.
Kapal layar ini berada di Queensland, khususnya Brisbane, selama sekitar sembilan bulan untuk proses perbaikan dan pemulihan akibat kerusakan yang dideritanya akibat badai dan cuaca buruk 23 Agustus 2007 itu.
Pada saat kejadian, Badan Meteorologi dan Geofisika Australia mencatat curah hujan di kawasan Rainbow Beach pada saat musibah terjadi mencapai 813 milimeter atau 10 kali lebih besar dari rata-rata curah hujan bulan Agustus. Intensitas curah hujan di kawasan itu selama beberapa hari pada Agustus 2007 merupakan yang terbesar sejak tahun 1880.
Perbaikan kapal berbobot 120 ton yang sebelum dibeli pemerintah RI bernama "Advanture" ini dilakukan di fasilitas dok milik "Viking Industries Limited" Brisbane melalui anak perusahaannya, "Marine Application".
Dalam proses perbaikan, beberapa perlengkapan kapal yang rusak telah diganti dengan yang baru. Di antara yang diganti baru itu adalah "Centre boat" berbobot 3,5 ton, enam layar, dua mesin, generator dan baling-baling tiga daun.
Kapal layar yang berawak 19 orang awak ini akan melanjutkan pelayarannya dari Darwin ke Kupang pekan depan. Dari Kupang, KRI Arung Samudera langsung menuju pangkalannya di Surabaya. Sebelumnya, kapal ini bertolak dari dermaga RAN "Bulimba" Brisbane menuju Cairns tanggal 6 Mei 2008.
*) My updated news for ANTARA on June 3, 2008
No comments:
Post a Comment