Thursday, June 12, 2008

SISTIM UNIVERSITAS DI INDONESIA MAMPU TAMPUNG MAHASISWA AUSTRALIA

Kepala Pusat Asia Tenggara Universitas Nasional Australia (ANU), George Quinn, mengatakan, sistem perguruan tinggi di Indonesia dinilai siap dan bisa menampung mahasiswa Australia yang tertarik belajar di negara itu.

"Kalau kita melihat mutu perguruan tinggi di Indonesia, ada di antaranya yang kurang memenuhi syarat, namun banyak juga yang bagus. Saya sendiri adalah jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1974," katanya kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane belum lama ini.

Menurut Indonesianis ANU ini, kehadiran para mahasiswa asing, termasuk asal Australia, di sejumlah universitas bermutu Indonesia itu tidak hanya akan menjadi sumber pendapatan tetapi juga akan menambah profil dan mutu pendidikan di perguruan tinggi bersangkutan.

"Dengan adanya mahasiswa luar negeri ini, mahasiswa Indonesia pun akan mendapat pandangan baru dari berinteraksi dengan mereka. Dan ini adalah rangsangan yang baik," katanya.

Sejauh ini jumlah mahasiswa Australia yang belajar di Indonesia relatif kecil, kata pakar sastra Indonesia dan Jawa yang merupakan salah satu akademisi yang diundang ke KTT 2020 di Canberra April lalu itu.

Dalam catatannya menyambut KTT 2020 bertajuk "Putting Your Mouth Where Your Money Is-- Foreign Language Policy and Australia's Engagement with the World and our Region", George Quinn menyoroti minimnya jumlah mahasiswa Australia yang belajar langsung di Indonesia.

Penulis "The Novel in Javanese (Leiden, 1992) dan "The Learner's Dictionary of Today's Indonesian" (Sydney, 2001) ini mengatakan, jika pada 2007, Indonesia mengirim hampir 15.00 pelajarnya ke Australia, jumlah peserta Program Konsorsium Australia untuk Studi Indonesia di Negara Asal (ACICIS) hanya 37 orang.

Pemerintah federal Australia sedang mengembangkan sebuah portal online "studi luar negeri" yang menjelaskan berbagai manfaat yang akan didapat para pelajar Australia dari pengalaman mereka belajar di luar negeri. "Ini inisiatif yang bagus tapi masih jauh dari cukup," katanya.

Bagi George Quinn, belajar di luar negeri (in-country study), khususnya belajar bahasa di negara asal bahasa, mutlak perlu didukung secara pro-aktif dan agresif di Australia.

*) My news for ANTARA on June 12, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity