Setelah sekitar 11 bulan berada di perairan Australia, kapal latih TNI KRI Arung Samudera, Rabu pagi meninggalkan dermaga Angkatan Laut Australia (RAN) "Larrakeyah Barracks" Darwin menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam pelayaran pulang ke pangkalannya di Surabaya, Jawa Timur.Keberangkatan kapal tiang tinggi yang dinakhodai Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono ini dilepas Konsul RI Darwin, Harbangan Napitupulu, dan lima orang staf, Atase Laut di KBRI Canberra, Kolonel Laut Eden Gunawan, dan dua orang perwira RAN "Larrakeyah Barracks" Darwin, Northern Territory.
Kabid Penerangan Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja, kepada ANTARA mengatakan, KRI Arung Samudera bergerak perlahan dan terus menjauh meninggalkan dermaga yang disinggahinya sejak 3 Juni lalu sekitar Pukul 10.00 waktu setempat.
"Selain Pak Atase Eden Gunawan dan Pak Konsul Harbangan Napitupulu, lima staf Konsulat juga ikut melepas para awak sebagai bentuk apresiasi kita yang tinggi buat seluruh awak KRI kita ini. Ada seorang anggota RAN ikut mendampingi 19 awak KRI hingga ke titik terluar perairan Darwin," katanya.
Kelima staf Konsulat RI Darwin yang ikut melepas kapal buatan Selandia Baru berbobot 120 ton itu adalah Maimunah Vera Syafiq (urusan ekonomi), Dwi Hartato (bagian administrasi), Arvinanto Soeriaatmadja, Wahono Yulianto, dan Hamid (bagian penerangan).
Sementara itu, Komandan KRI Arung Samudera Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono mengatakan, pihaknya memerlukan waktu sekitar lima hari untuk tiba di Kupang.
"Saat keberangkatan kapal tadi, dua perwira RAN yang ikut melepas kita adalah Komander Ansley selaku komandan HMS Coonawarra dan Letnan Plumber selaku komandan fasilitas pelabuhan," katanya.
Selama sepekan berada di Darwin, Mayor Eko Deni mengatakan, para teknisi "Marine Application", anak perusahaan "Viking Industries Limited" yang memperbaiki kapal latih tiang tinggi TNI AL ini, telah merampungkan pengecekan ulang terhadap seluruh perangkat kapal hari Selasa (10/6).
"Kita pun sud
ah memesan berbagai 'spareparts' (suku cadang) KRI Arung Samudera yang sulit dicari di Tanah Air sebagai stok," katanya.
Manunggal TNI dan WNI
Kehadiran Mayor Eko Deni dan ke-18 orang awak KRI Arung Samudera di Darwin disambut hangat banyak warga Indonesia yang berdomisili di maupun yang kebetulan sedang berkunjung ke ibukota negara bagian Northern Territory (NT) Australia itu.
Mayor Eko Deni mengatakan, pihaknya tidak hanya mendapat kunjungan tetapi juga undangan jamuan makan siang dari sejumlah warga.
Pada 4 Juni lalu, bersama Konsul Harbangan Napitupulu dan sejumlah staf Konsulat RI Darwin, Mayor Eko Deni dan Kapten Laut (P) Rizky Prayudi (calon komandan KRI Arung Samudera-red.) diterima Walikota Darwin, Graeme Sawyer.
KRI Arung Samudera berada di Australia sejak tahun lalu. Pelayaran KRI Arung Samudera ke negeri jiran ini dimaksudkan untuk ikut menyemarakkan penyelenggaraan KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik di Sydney pada 8-9 September 2007 bersama enam kapal layar tiang tinggi Australia.
Namun dalam pelayaran dari Cairns ke Brisbane pada 23 Agustus 2007, kapal dihadang badai besar di perairan Teluk Wide, Queensland, dan sempat terdampar di pantai Rainbow sebelum berhasil ditarik ke Brisbane.
Kapal layar ini berada di Queensland, khususnya Brisbane, selama sekitar sembilan bulan untuk proses perbaikan dan pemulihan akibat kerusakan yang dideritanya akibat badai dan cuaca buruk 23 Agustus 2007 itu.
Pada saat kejadian, Badan Meteorologi dan Geofisika Australia mencatat curah hujan di kawasan Rainbow Beach pada saat musibah terjadi mencapai 813 milimeter atau 10 kali lebih besar dari rata-rata curah hujan bulan Agustus. Intensitas curah hujan di kawasan itu selama beberapa hari pada Agustus 2007 merupakan yang terbesar sejak tahun 1880.
Perbaikan kapal berbobot 120 ton yang sebelum dibeli pemerintah RI bernama "Advanture" ini dilakukan di fasilitas dok milik "Viking Industries Limited" Brisbane melalui anak perusahaannya, "Marine Application".
Dalam proses perbaikan, beberapa perlengkapan kapal yang rusak telah diganti dengan yang baru. Di antara yang diganti baru itu adalah "Centre boat" berbobot 3,5 ton, enam layar, dua mesin, generator dan baling-baling tiga daun.
Rute palayaran pulang KRI Arung Samudera dari Australia menuju Tanah Air adalah dermaga RAN "Bulimba" Brisbane-Cairns-Darwin-Kupang dan Surabaya. Kapal yang dinakhodai Mayor Eko Deni ini meninggalkan Brisbane menuju Cairns tanggal 6 Mei lalu.

2 comments:
Yuts, daw palagpat imo blog.
Well, all I can say is. Im hungry.
Post a Comment