Monday, June 16, 2008

KRI ARUNG SAMUDERA TIBA DI KUPANG NTT

Setelah mengarungi lautan selama lima hari sejak meninggalkan dermaga Angkatan Laut Australia (RAN) "Larrakeyah Barracks" Darwin, Australia, 11 Juni lalu, kapal latih TNI "KRI Arung Samudera" tiba di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin sore pukul 15.00 waktu setempat.

Komandan KRI Arung Samudera, Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono, dalam pesan singkatnya yang diterima ANTARA di Brisbane, Senin malam, mengatakan, pihaknya disambut Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal)
VII, Brigjen Marinir Saiful Anwar beserta sejumlah stafnya.

"Dalam acara penyambutan itu, hadir pula 15 orang Pamen (perwira menengah), 20 Pama (perwira pertama), 25 bintara, 40 tantama, satu regu Pomal, dan satu kompi korps musik," katanya.

KRI Arung Samudera akan bersandar di Kupang hingga 23 Juni dan kemudian bertolak ke pangkalannya di Surabaya Jawa Timur. "Insya Allah kita tiba di Surabaya 1 Juli," katanya.

Kapal layar tiang tinggi buatan Selandia Baru yang membawa 19 orang awak ini sempat bersandar di dermaga RAN "Larrakeyah Barracks" Darwin, ibukota negara bagian Northern Territory, Australia, selama sepekan.

Selama di Darwin, semua peralatan KRI Arung Samudera mendapat pengecekan ulang dari tim teknisi "Marine Application", anak perusahaan "Viking Industries Limited" Brisbane yang memperbaiki kapal latih TNI ini, untuk memastikan semua berada dalam kondisi baik sebelum meninggalkan perairan Australia.

KRI Arung Samudera sempat berada di perairan Australia selama hampir setahun. Pelayaran KRI Arung Samudera ke negeri jiran ini dimaksudkan untuk ikut menyemarakkan penyelenggaraan KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik di Sydney pada 8-9 September 2007 bersama enam kapal layar tiang tinggi Australia.

Namun dalam pelayaran dari Cairns ke Brisbane pada 23 Agustus 2007, kapal dihadang badai besar di perairan Teluk Wide, Queensland, dan sempat terdampar di pantai Rainbow sebelum berhasil ditarik ke Brisbane.

Kapal layar ini berada di Queensland, khususnya Brisbane, selama sekitar sembilan bulan untuk proses perbaikan dan pemulihan akibat kerusakan yang dideritanya akibat badai dan cuaca buruk 23 Agustus 2007 itu.

Pada saat kejadian, Badan Meteorologi dan Geofisika Australia mencatat curah hujan di kawasan Rainbow Beach pada saat musibah terjadi mencapai 813 milimeter atau 10 kali lebih besar dari rata-rata curah hujan bulan Agustus. Intensitas curah hujan di kawasan itu selama beberapa hari pada Agustus 2007 merupakan yang terbesar sejak tahun 1880.

Perbaikan kapal berbobot 120 ton yang sebelum dibeli pemerintah RI bernama "Advanture" ini dilakukan di fasilitas dok milik "Viking Industries Limited" Brisbane melalui anak perusahaannya, "Marine Application".

Dalam proses perbaikan, beberapa perlengkapan kapal yang rusak telah diganti dengan yang baru. Di antara yang diganti baru itu adalah "Centre boat" berbobot 3,5 ton, enam layar, dua mesin, generator dan baling-baling tiga daun.

Rute palayaran pulang KRI Arung Samudera dari Australia menuju Tanah Air adalah dermaga RAN "Bulimba" Brisbane-Cairns-Darwin-Kupang dan Surabaya. Kapal yang dinakhodai Mayor Eko Deni ini meninggalkan Brisbane menuju Cairns tanggal 6 Mei lalu.

*) My updated news for ANTARA on June 16, 2008

1 comment:

Anonymous said...

Alla hu akhbar!!!

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity