Setelah mengarungi lautan selama lima hari sejak meninggalkan dermaga Angkatan Laut Australia (RAN) "Larrakeyah Barracks" Darwin, Australia, 11 Juni lalu, kapal latih TNI "KRI Arung Samudera" tiba di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin sore pukul 15.00 waktu setempat. Komandan KRI Arung Samudera, Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono, dalam pesan singkatnya yang diterima ANTARA di Brisbane, Senin malam, mengatakan, pihaknya disambut Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal)
VII, Brigjen Marinir Saiful Anwar beserta sejumlah stafnya.
"Dalam acara penyambutan itu, hadir pula 15 orang Pamen (perwira menengah), 20 Pama (perwira pertama), 25 bintara, 40 tantama, satu regu Pomal, dan satu kompi korps musik," katanya.
KRI Arung Samudera akan bersandar di Kupang hingga 23 Juni dan kemudian bertolak ke pangkalannya di Surabaya Jawa Timur. "Insya Allah kita tiba di Surabaya 1 Juli," katanya.
Kapal layar tiang tinggi buatan Selandia Baru yang membawa 19 orang awak ini sempat bersandar di dermaga RAN "Larrakeyah Barracks" Darwin, ibukota negara bagian Northern Territory, Australia, selama sepekan.
Selama di Darwin, semua peralatan KRI Arung Samudera mendapat pengecekan ulang dari tim teknisi "Marine Application", anak perusahaan "Viking Industries Limited" Brisbane yang memperbaiki kapal latih TNI ini, untuk memastikan semua berada dalam kondisi baik sebelum meninggalkan perairan Australia.
KRI Arung Samudera sempat berada di perairan Australia selama hampir setahun. Pelayaran KRI Arung Samudera ke negeri jiran ini dimaksudkan untuk ikut menyemarakkan penyelenggaraan KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik di Sydney pada 8-9 September 2007 bersama enam kapal layar tiang tinggi Australia.
Namun dalam pelayaran dari Cairns ke Brisbane pada 23 Agustus 2007, kapal dihadang badai besar di perairan Teluk Wide, Queensland, dan sempat terdampar di pantai Rainbow sebelum berhasil ditarik ke Brisbane.
Kapal layar ini berada di Queensland, khususnya Brisbane, selama sekitar sembilan bulan untuk proses perbaikan dan pemulihan akibat kerusakan yang dideritanya akibat badai dan cuaca buruk 23 Agustus 2007 itu.
Pada saat kejadian, Badan Meteorologi dan Geofisika Australia mencatat curah hujan di kawasan Rainbow Beach pada saat musibah terjadi mencapai 813 milimeter atau 10 kali lebih besar dari rata-rata curah hujan bulan Agustus. Intensitas curah hujan di kawasan itu selama beberapa hari pada Agustus 2007 merupakan yang terbesar sejak tahun 1880.
Perbaikan kapal berbobot 120 ton yang sebelum dibeli pemerintah RI bernama "Advanture" ini dilakukan di fasilitas dok milik "Viking Industries Limited" Brisbane melalui anak perusahaannya, "Marine Application".
Dalam proses perbaikan, beberapa perlengkapan kapal yang rusak telah diganti dengan yang baru. Di antara yang diganti baru itu adalah "Centre boat" berbobot 3,5 ton, enam layar, dua mesin, generator dan baling-baling tiga daun.
Rute palayaran pulang KRI Arung Samudera dari Australia menuju Tanah Air adalah dermaga RAN "Bulimba" Brisbane-Cairns-Darwin-Kupang dan Surabaya. Kapal yang dinakhodai Mayor Eko Deni ini meninggalkan Brisbane menuju Cairns tanggal 6 Mei lalu.
*) My updated news for ANTARA on June 16, 2008

1 comment:
Alla hu akhbar!!!
Post a Comment