Konsulat RI Darwin menjadi laboratorium para siswa Australia yang tertarik untuk mengenal dan mempelajari beberapa alat musik tradisional Nusantara, seperti gamelan, kolintang, dan angklung.Kabid Penerangan Sosial dan Budaya Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja, dalam penjelasannya, Selasa, mengatakan, pihaknya menyambut baik keinginan siswa sekolah-sekolah di negara bagian Northern Territory (NT) yang hendak belajar alat musik etnis Indonesia.
"Bahkan kita akan mengirim grup gamelan kita ke sekolah-sekolah yang tertarik namun karena satu dan lain hal para siswa dan gurunya tidak bisa datang ke Konsulat," katanya.
Sebagai contoh, pihaknya sudah menawarkan pengiriman grup gamelan ke pimpinan "Moulden Park School" Palmerston untuk tampil sembari memberikan pelatihan kepada para siswa di sekolah itu.
"Pada awalnya pihak sekolah berkeinginan mengirim rombongan siswanya ke Konsulat pada 20 Juni. Tapi kita menawarkan bahwa kita yang datang karena sulitnya waktu mereka. Yang menjadi instruktur gamelan adalah orang Indonesia bernama Pak Pribadi," katanya.
Selama ini, para pemain gamelan Konsulat RI Darwin merupakan gabungan antara warga negara Indonesia dan Australia. "Selain Pak Pribadi, para pemainnya adalah Wahono (staf Konsulat), Oliver (warga negara Australia), Mike (Australia), Ati (WNI), dan dua anak Pak Oliver berumur kurang dari sepuluh tahun," katanya.
Selain menjadikan sekolah sasaran diplomasi budaya melalui pengenalan dan pemasyarakatan musik tradisional Indonesia, tim gamelan Konsulat RI Darwin juga aktif memenuhi undangan tampil di universitas.
"Pada akhir pekan lalu, tim gamelan kita sempat tampil sebagai pembuka acara kelompok musik 'Center Youth Music' di teater Universitas Charles Darwin (CDU)," katanya.
Disamping gamelan, selama ini warga Indonesia dan Australia, khususnya yang berdomisili di kota Darwin dan sekitarnya, juga melakukan latihan rutin bermain Kolintang setiap pekannya.
"Untuk Kolintang, kita sudah punya instruktur Pak Fritz. Latihan dilakukan setiap Rabu malam dengan anggota ibu Fritz dan beberapa anggota masyarakat Indonesia. Namun untuk Angklung kita masih terus mengusahakan instrukturnya," kata Arvinanto.

No comments:
Post a Comment