Tuesday, June 17, 2008

AUSTRALIA GUSAR DENGAN BERKURANGNYA WARGA BERPENDIDIKAN DOKTOR

Menurunnya jumlah warga Australia yang berupaya meraih pendidikan hingga ke jenjang doktoral (PhD) merupakan "bencana nasional" bagi negara itu.

Peringatan ini disampaikan Universitas Nasional Australia (ANU) dalam submisinya untuk komite pelatihan riset DPR Australia di Canberra. Komite ini akan memulai rapat dengar pendapat hari Rabu (18/6), demikian Harian "The Australian" melaporkan, Rabu.

ANU mengingatkan bahwa tanpa jumlah mahasiswa doktoral, berkembangnya pemikiran inovatif dan pendanaan baru yang lebih memadai, Australia akan sulit mewujudkan dirinya sebagai negara berbasis pengetahuan berkelas dunia.

Saat ini persaingan antarnegara untuk mendapatkan sumberdaya manusia terbaik sangat tinggi. Negara-negara lain tidak hanya melakukan investasi pada sumberdaya manusianya sendiri tetapi juga mencari orang-orang terbaik Australia, sebut The Australian.

Jumlah warga Australia yang mengambil program pendidikan doktoral di negara itu cenderung menurun setiap tahunnya. Pada 2006, jumlahnya mencapai 4.510 orang atau turun dibandingkan tahun 2000 yang mencapai 5.068 orang.

Di beberapa bidang studi, seperti kehutanan dan radiografi, jumlah warga Australia yang mendaftar di program PhD kurang dari 10 orang pada 2006.

Berdasarkan data tahun 2006 itu, terungkap pula bahwa persentase jumlah mahasiswa PhD Australia yang menekuni rumpun ilmu kemasyarakatan dan budaya lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang menekuni bidang fisika, kesehatan dan teknik.

Mereka yang mengambil bidang studi kemasyarakatan dan budaya mencapai 24 persen, sedangkan mereka yang menekuni bidang eksakta mencapai 19 persen, kesehatan (13) dan teknik (11 persen).

*) My news for ANTARA on June 18, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity