Monday, June 23, 2008

AUSTRALIA TUDING BANDARA YOGYAKARTA TAK BERIZIN OPERASI

Sebuah perusahaan keselamatan udara Australia,"Flight Safety Pty Ltd", menuding otoritas Bandar Udara Adisucipto Yogyakarta beroperasi tanpa izin ketika kecelakaan pesawat Garuda Indonesia terjadi 7 Maret 2007.

Tudingan Flight Safety Pty Ltd itu didasarkan pada hasil auditnya terhadap Bandara Yogyakarta tersebut atas permintaan seorang kliennya, demikian ABC melaporkan Senin.

Namun tudingan itu dibantah Mardjono Siswo Suwarno dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi. Mardjono seperti dikutip ABC mengatakan, izin operasi Bandara Adisucipto Yogyakarta masih valid ketika musibah kecelakaan pesawat Boeing 737-400 Garuda Indonesia terjadi.

Dalam kecelakaan itu, sebanyak 21 orang, termasuk lima warga Australia, tewas.

Hasil audit Flight Safety Pty Ltd menyimpulkan bahwa otoritas Bandara gagal memenuhi lima syarat untuk bisa mendapatkan izin operasi, termasuk memperluas landasan pacu dan area keselamatan.

Pesawat naas yang diterbangkan pilot Marwoto Komar itu membawa 140 orang. Di antara para korban adalah wartawati Sydney Morning Herald, Cynthia Banham, dan wartawan Australian Financial Review, Morgan Mellish.

Cynthia Banham selamat namun menderita luka bakar serius, sedangkan Morgan Mellish, tewas bersama empat warga Australia lainnya dalam kecelakaan 7 Maret 2007 pagi itu.

Kedua jurnalis ini terbang bersama tujuh warga Australia lainnya ke Yogyakarta dengan pesawat yang diterbangkan pilot Marwoto Komar untuk meliput kunjungan (mantan) Menteri Luar Negeri Alexander Downer ke kota pelajar itu.

Selain Morgan Mellish, empat warga Australia lain yang tewas dalam kecelakaan Garuda yang membawa 133 orang penumpang itu adalah Konselor Urusan Umum yang juga Juru Bicara Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Elizabeth O'Neill, Pimpinan Badan Pembangunan Internasional Australia (AusAID), Allison Sudradjat, Brice Steel (anggota Polisi Federal Australia), dan Mark Scott (ketua tim 'engagement regional').

*) My news for ANTARA on June 23, 2008

4 comments:

Anonymous said...

It could challenge the ideas of the people who visit your blog.

Anonymous said...

Damu pa kmu to?.. Nano ni klase blog man?

Anonymous said...

To the author of this blog,I appreciate your effort in this topic.

Anonymous said...

Interesting topics could give you more visitors to your site. So Keep up the good work.

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity