Australia menyambut baik pengumuman bahwa Korea Utara (Korut) sudah menyampaikan deklarasi tentang program nuklirnya kepada China selaku ketua perundingan enam negara yang membuka kembali peluang berlanjutnya perundingan tersebut.Deklarasi yang dicapai dalam perundingan enam pihak pada 13 Februari 2007 dan 3 Oktober 2007 ini menandai satu langkah penting menuju pengakhiran program senjata nuklir Korut, kata Menteri Luar Negeri Stephen Smith dalam pernyataan persnya Jumat.
Australia, katanya, tetap mendukung berlangsungnya proses perundingan enam pihak itu, dan Canberra siap memulai kembali bantuan pembangunan bilateralnya dengan Pyongyang seandainya Korut membuat kemajuan yang berarti menuju penghentian senjata nuklirnya.
"Kami akan berkonsultasi dengan enam negara yang terlibat dalam proses perundingan mengenai langkah-langkah berikut yang mungkin dengan mempertimbangkan hasil pertemuan yang diharapkan segera diselenggarakan," kata Menlu Smith.
Australia mengimbau Korea Utara mempertahankan "momentum positif" ini dan tetap terlibat secara konstruktif dan kooperatif dalam pembicaraan-pembicaraan tentang verifikasi dari deklarasinya, kata Menlu Smith.
Selain China dan Korea Utara, empat negara lain yang terlibat dalam perundingan mengenai program nuklir Korea Utara itu adalah Amerika Serikat (AS), Jepang, Rusia, dan Korea Selatan.
Dengan adanya deklarasi Korea Utara sesuai dengan perjanjian enam negara yang dicapai pada perundingan terakhir mereka pada Oktober 2007 itu, dicapai peluang untuk melanjutkan kembali perundingan-perundingan multinasional mereka dalam waktu dekat.
Menyusul perkembangan positif di Semenanjung Korea ini, Pemerintah AS dilaporkan telah pun memulai prosedur-prosedur bagi pencabutan Korea Utara dari daftar negara pendukung terorisme yang telah berlaku selama 20 tahun.

No comments:
Post a Comment