Friday, June 27, 2008

AUSTRALIA SAMBUT DEKLARASI PROGRAM NUKLIR KORUT KEPADA CHINA

Australia menyambut baik pengumuman bahwa Korea Utara (Korut) sudah menyampaikan deklarasi tentang program nuklirnya kepada China selaku ketua perundingan enam negara yang membuka kembali peluang berlanjutnya perundingan tersebut.

Deklarasi yang dicapai dalam perundingan enam pihak pada 13 Februari 2007 dan 3 Oktober 2007 ini menandai satu langkah penting menuju pengakhiran program senjata nuklir Korut, kata Menteri Luar Negeri Stephen Smith dalam pernyataan persnya Jumat.

Australia, katanya, tetap mendukung berlangsungnya proses perundingan enam pihak itu, dan Canberra siap memulai kembali bantuan pembangunan bilateralnya dengan Pyongyang seandainya Korut membuat kemajuan yang berarti menuju penghentian senjata nuklirnya.

"Kami akan berkonsultasi dengan enam negara yang terlibat dalam proses perundingan mengenai langkah-langkah berikut yang mungkin dengan mempertimbangkan hasil pertemuan yang diharapkan segera diselenggarakan," kata Menlu Smith.

Australia mengimbau Korea Utara mempertahankan "momentum positif" ini dan tetap terlibat secara konstruktif dan kooperatif dalam pembicaraan-pembicaraan tentang verifikasi dari deklarasinya, kata Menlu Smith.

Selain China dan Korea Utara, empat negara lain yang terlibat dalam perundingan mengenai program nuklir Korea Utara itu adalah Amerika Serikat (AS), Jepang, Rusia, dan Korea Selatan.

Dengan adanya deklarasi Korea Utara sesuai dengan perjanjian enam negara yang dicapai pada perundingan terakhir mereka pada Oktober 2007 itu, dicapai peluang untuk melanjutkan kembali perundingan-perundingan multinasional mereka dalam waktu dekat.

Menyusul perkembangan positif di Semenanjung Korea ini, Pemerintah AS dilaporkan telah pun memulai prosedur-prosedur bagi pencabutan Korea Utara dari daftar negara pendukung terorisme yang telah berlaku selama 20 tahun.

*) My news for ANTARA on June 27, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity