Wednesday, June 4, 2008

AUSTRALIA INGINKAN UNI ASIA PASIFIK TERBENTUK TAHUN 2020

Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, menginginkan terbentuknya sebuah lembaga semacam Uni Eropa di kawasan Asia Pasifik yang disebut Uni Asia Pasifik (APU) pada 2020.

Untuk memuluskan idenya ini, PM Rudd sudah menunjuk Richard Woolcott, diplomat veteran Australia sebagai utusan khusus guna melobi para pemimpin negara-negara di kawasan, demikian media Australia melaporkan, Kamis.

Keinginan PM Rudd untuk membentuk masyarakat Asia Pasifik beranggotakan Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, China, India, Australia, dan negara-negara lain di kawasan itu menjadi bagian dari berita utama Harian "The Australian" dan Stasiun TV "Saluran Tujuh".

Menurut "The Australian" mengutip pernyataan PM Rudd, kesepakatan perdagangan bebas akan tercakup dalam APU. Lembaga ini pun akan memberikan ruang kerja sama bagi masalah-masalah penting global seperti terorisme dan keamanan energi jangka panjang.

Kunjungan ke Indonesia dan Jepang

Dalam pidatonya di forum Pusat Masyarakat Asia Australasia (ASAC) di Sydney, Rabu malam itu, PM Rudd juga menjelaskan garis besar rencana kunjungannya ke Indonesia dan Jepang pekan depan.

Di Indonesia, beberapa masalah yang akan ia bicarakan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah perjanjian perdagangan bebas, kerja sama kontra-terorisme, serta perluasan kerja sama penanggulangan bencana alam.

Sementara itu, dalam pertemuannya dengan PM Jepang Yasuo Fukuda, ia akan membahas isu pembentukan perjanjian perdagangan bebas dan peningkatan pembicaraan tentang kerja sama keamanan antara Australia, Jepang, dan Amerika Serikat.

Dalam kebijakan luar negeri Australia, pemerintahan partai buruh mendasarkannya pada tiga pilar, yakni kemitraannya dengan Amerika Serikat, hubungannya dengan PBB, dan keterlibatan komprehensifnya dengan Asia.

*) My news for ANTARA on June 5, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity