
Presiden Persekutuan Silat Antar Bangsa (PERSILAT) Edy M. Nalapraya, mengatakan, animo para pelajar Australia terhadap seni bela diri pencak silat "sangat luar biasa" terbukti dari kehadiran ratusan orang dalam setiap pertunjukan timnya di empat sekolah di negara bagian Victoria dalam tiga hari terakhir.
"Animonya luar biasa. Setiap pertunjukan dihadiri sekitar 600 orang siswa. Kita memang memperkenalkan seni bela diri pencak silat ini di sekolah-sekolah yang mengajarkan bahasa Indonesia," katanya kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Kamis.
Saat dihubungi, Edy M.Nalapraya dan tim Persilat sedang berada di Echuca College Drive untuk tampil di depan ratusan siswa dari beberapa sekolah di sekitar Echuca yang berkumpul di sekolah Echuca College Drive.
Dalam program eksibisi itu, tim Persilat mempertunjukkan berbagai jurus khas pencak silat. Pada penampilan pertama, Pesilat putri Singapura, Nurul, menampilkan jurus tunggal putri sebelum dilanjutkan dengan penampilan lima orang pesilat asal "Kumango" Sumatera Barat yang menggabungkan gerakan silat dan tari, katanya.
"Kemudian tampil dua pesilat dari Panglipur Garut (Jawa Barat), Ciung Wanara Bandung, Pamor (Madura), dan Cikalong (Jawa Barat). Para pesilat kita ini menampilkan seni bela diri tangan kosong dan pemakaian alat," katanya.
Seusai pertunjukan, ratusan siswa antusias mengikuti "coaching clinic" (praktik yang dipandu pesilat), katanya.
Menurut Edy, kehadiran 19 orang pesilat, termasuk empat orang dari Singapura, di empat sekolah yang ada di Warnambul, Bendigo, Marusna, dan Echuca ini sangat efektif dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia.
Selama ini, para siswa dari sekolah-sekolah yang ada di luar kota Melbourne itu sangat jarang bisa bertemu langsung dengan orang-orang Indonesia, katanya.
Kehadiran tim Persilat di Melbourne untuk memperkenalkan seni bela diri pencak silat merupakan kerja sama Persilat dengan KJRI Melbourne dan pengurus silat di kota itu. Pihaknya mendapat dukungan transportasi lokal dan makan dari KJRI Melbourne selama kunjungan.
"Pokoknya program ini luar biasa bagusnya. Inisiatif Konjen RI di Melbourne sudah luar biasa. Kita dapat bantuan transportasi lokal dan makan walaupun ongkos ke Australia ini kita sendiri yang tanggung. Empat pesilat Singapura yang bergabung dengan kita, mereka sendiri yang menanggung biayanya," katanya.
Walaupun pihaknya tidak menerima satu sen pun dukungan keuangan dari negara, pihaknya senang bisa memasyarakatkan pencak silat dan seni budaya Indonesia secara umum di sekolah-sekolah yang mengajarkan muridnya bahasa Indonesia namun sangat jarang bisa bertemu langsung orang-orang Indonesia, kata Edy.
Sementara itu, Minister Counsellor KJRI Melbourne, Jahar Gultom, mengatakan, pihaknya mencatat jumlah siswa yang menyaksikan program eksibisi Persilat dari 6-9 Mei mencapai 2.089 orang siswa. Mereka berasal dari 31 sekolah dasar dan menengah yang mengajarkan bahasa Indonesia di negara bagian Victoria.
Selain para siswa, sebanyak 66 orang guru dari 31 sekolah yang menjadi target program ini turut menyaksikan pertunjukan para pesilat yang dipimpin langsung Presiden Persilat Edy M.Nalapraya ini, katanya.
Pada penampilan terakhir tim Persilat di "Town Hall" (Aula Kota) Melbourne, Jumat (9/5), sebanyak 750-an siswa dari 13 sekolah yang ada di Melbourne serta sekitar seribu orang warga masyarakat Melbourne, termasuk para atlet dan peminat seni bela diri, akan hadir, katanya.
"Pada penampilan terakhir di 'Town Hall' Melbourne itu, para pengunjung juga dihibur oleh penampilan tim kesenian Universitas Islam Bandung (Unisba)," kata Jahar Gultom.

1 comment:
Wah seru ya bisa jalan-jalan keliling Victoria. Sayang waktu rombongan mampir ke Bendigo saya sedang ada kerjaan. Kapan-kapan mampir lagi mas...
Post a Comment