Pendiri Majalah Tempo, Goenawan Mohamad, bersama Kolumnis perempuan Indonesia, Laksmi Pamuntjak, dan Jurnalis senior Australia, Mark Bowling, berbagi pengalaman mereka dalam menulis kepada sekitar 30 orang yang menghadiri forum akademis Universitas Charles Darwin (CDU), Rabu. Dalam forum bertema "Budaya Global/Suara Lokal di Indonesia" itu, masalah peluang dan tantangan di tengah perubahan sosial, politik dan teknologi yang pesat saat ini dan ikut membentuk Indonesia kontemporer juga dibahas, kata Dosen CDU, Dr.Richard Curtis, kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Rabu.
Selain diikuti para staf pengajar dan mahasiswa CDU, forum itu juga dihadiri oleh Konsul RI di Darwin, Harbangan Napitupulu dan beberapa orang staf Konsulat, kata staf pengajar di Sekolah Seni Kreatif dan Humanitas Fakultas Hukum, Bisnis, dan Seni CDU itu.
Curtis mengatakan, kehadiran Goenawan dan Laksmi di forum diskusi CDU bersama Mark Bowling, wartawan ABC yang pernah bertugas di Indonesia dan kini direktur ABC di Northern Territory itu, merupakan rangkaian kegiatan mereka di Darwin sebelum mengikuti Festival Penulis Internasi
onal, "WordStorm", pekan ini.
"Goenawan dan Laksmi akan mengisi acara di Festival WordStorm Darwin yang berlangsung hari Jumat, Sabtu dan Minggu," katanya.
Selain dua penulis
Goenawan Mohamad adalah salah seorang penulis, sastrawan, dan penyair terkemuka
Sebagai penulis, pendiri Majalah Tempo ini dikenal luas kalangan dalam dan luar negeri, khususnya pemerhati masalah Indonesia, sebagai penulis kolom "Catatan Pinggir" majalah mingguan berita itu.
Seperti halnya Goenawan, Laksmi Pamuntjak juga dikenal sebagai kolumnis produktif yang telah menghasilkan banyak artikel dan kolom berisi ulasan tentang isu-isu politik, film, kuliner, musik klasik, dan sastra. Di antara koleksi puisinya muncul di "The Herald" Inggris tahun 2005.

No comments:
Post a Comment