Wednesday, May 14, 2008

PENDIRI MAJALAH TEMPO BERBAGI "PENGALAMAN MENULIS" DI DARWIN

Pendiri Majalah Tempo, Goenawan Mohamad, bersama Kolumnis perempuan Indonesia, Laksmi Pamuntjak, dan Jurnalis senior Australia, Mark Bowling, berbagi pengalaman mereka dalam menulis kepada sekitar 30 orang yang menghadiri forum akademis Universitas Charles Darwin (CDU), Rabu.

Dalam forum bertema "Budaya Global/Suara Lokal di Indonesia" itu, masalah peluang dan tantangan di tengah perubahan sosial, politik dan teknologi yang pesat saat ini dan ikut membentuk Indonesia kontemporer juga dibahas, kata Dosen CDU, Dr.Richard Curtis, kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Rabu.

Selain diikuti para staf pengajar dan mahasiswa CDU, forum itu juga dihadiri oleh Konsul RI di Darwin, Harbangan Napitupulu dan beberapa orang staf Konsulat, kata staf pengajar di Sekolah Seni Kreatif dan Humanitas Fakultas Hukum, Bisnis, dan Seni CDU itu.

Curtis mengatakan, kehadiran Goenawan dan Laksmi di forum diskusi CDU bersama Mark Bowling, wartawan ABC yang pernah bertugas di Indonesia dan kini direktur ABC di Northern Territory itu, merupakan rangkaian kegiatan mereka di Darwin sebelum mengikuti Festival Penulis Internasional, "WordStorm", pekan ini.

"Goenawan dan Laksmi akan mengisi acara di Festival WordStorm Darwin yang berlangsung hari Jumat, Sabtu dan Minggu," katanya.

Selain dua penulis Indonesia, Festival WordStorm 2008 yang berlangsung dari 15-18 Mei itu juga diikuti para penulis tuan rumah (Australia), Timor Leste, Singapura, dan Selandia Baru, katanya.

Goenawan Mohamad adalah salah seorang penulis, sastrawan, dan penyair terkemuka Indonesia. Beberapa karya Goenawan adalah Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972), Seks, Sastra, Kita (1980), Pariksit dan Interlude (2001), Setelah Revolusi Tak Ada Lagi (2001), serta Kata, Waktu (2001).

Sebagai penulis, pendiri Majalah Tempo ini dikenal luas kalangan dalam dan luar negeri, khususnya pemerhati masalah Indonesia, sebagai penulis kolom "Catatan Pinggir" majalah mingguan berita itu.

Seperti halnya Goenawan, Laksmi Pamuntjak juga dikenal sebagai kolumnis produktif yang telah menghasilkan banyak artikel dan kolom berisi ulasan tentang isu-isu politik, film, kuliner, musik klasik, dan sastra. Di antara koleksi puisinya muncul di "The Herald" Inggris tahun 2005.

*) My news for ANTARA on May 14, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity