Wednesday, May 7, 2008

MAHASISWA KATOLIK ANU APRESIASI TOLERANSI MUSLIM INDONESIA

Kelompok mahasiswa Katolik Universitas Nasional Australia (ANU) di Canberra tertarik dengan fenomena keharmonisan Muslim dan non-Muslim Indonesia sebagaimana tercermin dalam acara silaturrahmi setelah shalat Idul Fitri, kata seorang peserta program Pertukaran Pemimpin Muslim Australia-Indonesia (AIME).

"Ketika kita ke ANU, kita bertemu dengan beberapa mahasiswa Katolik ANU. Mereka sangat terkesan dengan program KBRI Canberra menggelar acara makan bersama seusai shalat Idul Fitri dengan mengundang para penganut agama yang berbeda," kata Dosen IAIN Sunan Gunung Djati Ayi Yunus Rusyana dalam wawancara per telepon dengan ANTARA Selasa malam.

Ayi Yunus Rusyana yang juga Sekretaris Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah Jawa Barat ini adalah salah seorang dari tiga peserta AIME gelombang kedua 2008. Saat dihubungi, Ayi bersama dua orang peserta AIME lainnya, Amika Wardana dan Pridiyanto, tengah berada di Canberra.

Dalam pertemuan dengan enam orang anggota komunitas Katolik ANU yang dipimpin Laurie Foot itu, mereka sempat bertanya apakah fenomena yang mereka temukan di KBRI Canberra tersebut merupakan "kebiasaan" yang jamak di Indonesia, kata Ayi.

Ia dan dua peserta AIME lainnya menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman selama ini, hal yang sama juga telah lama berlangsung di banyak tempat di Indonesia. "Ini adalah bukti toleransi umat Islam Indonesia," katanya.

Dalam kehidupan sosial antarumat beragama di Indonesia, toleransi dan kondisi harmonis ini menjadi bukti bahwa tradisi umat Islam Indonesia jauh dari penggambaran media Barat yang masih cenderung mengidentikkan Islam dengan kekerasan, katanya.

Dalam bagian penjelasannya, aktivis Muhammadiyah asal Jawa Barat itu juga menyinggung tentang pengalaman dirinya dan peserta AIME lainnya bertemu dengan komunitas Yahudi di Melbourne.

"Ini betul-betul pengamanan yang sangat baru khususnya bagi saya. Kita bertemu di sinagog. Sayangnya kita tidak sempat berdiskusi panjang lebar karena kita berkunjung pada hari Sabtu saat mereka siap-siap bersembahyang," katanya.

Dari kunjungan ke sinagog itu, ia mengatakan, setidaknya ia dapat langsung melihat bagaimana komunitas Yahudi menjalankan ritual agamanya.

Ketiga tokoh muda Muslim Indonesia itu memulai kegiatan AIME gelombang kedua 2008 dari Melbourne pada 28 April. Setelah berada di kota itu hingga 3 Mei, mereka melanjutkan program yang sama di Canberra (3-7 Mei). Selama di Canberra mereka dibantu Koordinator Program AIME Canberra, Dr.Teddy Mantoro.

Kota terakhir yang mereka kunjungi adalah Sydney. Sebelum meninggalkan Canberra menuju Sydney, Rabu siang, ketiga peserta program AIME ini sempat mengunjungi sekolah Islam di Canberra serta berdiskusi dengan Kepala Sekolah, Dr.Imam Ali, serta Presiden Federasi Dewan Islam Australia (AFIC) Iqbal Patel.

*) My news for ANTARA on May 7, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity