Sunday, April 6, 2008

UNPAR BERTEKAD JUARAI KOMPETISI DEBAT HUKUM DI AUSTRALIA

Tim mahasiswa hukum Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung bertekad menjuarai kompetisi debat peradilan hukum ruang angkasa internasional "Manfred Lachs" putaran Asia Pasifik yang berlangsung di Sydney dari 8 hingga 12 April 2008.

"Unpar sudah lima kali ikut (dalam kompetisi ini) dan pada 2007, tim Unpar masuk semi final. Tahun ini target kita juara," kata Pelatih Tim Unpar, Maya Djatirman, kepada ANTARA yang mewawancarai via telepon setibanya dia dan timnya di Sydney, Senin.

Maya mengatakan, tim yang menjuarai kompetisi putaran Asia Pasifik yang diikuti tim-tim mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi dari sekitar 30 negara itu berhak mengikuti kompetisi putaran dunia yang berlangsung di Glasgow, Inggris, Oktober 2008.

Untuk mewujudkan tekad kuat timnya di kejuaraan tahunan itu, ia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tim Unpar selama lebih dari enam bulan melalui berbagai pelatihan model pengadilan internasional, riset terhadap kasus, serta perumusan argumentasi hukum.

Ia mengatakan, setiap tim bertindak sebagai negara. Mereka dihadapkan pada kasus hukum ruang angkasa internasional yang melibatkan "dua negara sebagai aplikan" dan "satu negara sebagai responden".

Dalam kompetisi putaran Asia Pasifik di Sydney ini, Unpar menurunkan Randi Irhamsyah, Teodora Saputri, Christine Hakim (ketiganya bertindak sebagai oralis), Raisa Stefani (anggota tim), dan dirinya sebagai pelatih (coach).

Para anggota tim Unpar ini adalah para mahasiswa yang lulus seleksi dan sudah mengambil mata kuliah hukum internasional, kata Maya yang sebelumnya juga pernah ikut dalam kompetisi yang sama di Jepang, Australia, dan Amerika Serikat ini.

Sebelumnya, Kabid Penerangan Konsulat Jenderal RI di Sydney, Minister Counsellor Pratito Soeharyo mengatakan, selain tim Unpar, Indonesia juga diwakili oleh tim mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Pelita Harapan.

Selain Indonesia dan Australia sebagai tuan rumah, kompetisi di Sydney itu juga diikuti oleh tim-tim dari negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik, seperti Jepang, India, Korea Selatan, China, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Kompetisi debat peradilan hukum ruang angkasa internasional "Manfred Lachs" itu diselenggarakan setiap tahun sejak 2000.

Selain memperebutkan tropi "Alexis Goh Memorial" bagi pemenang di putaran kawasan Asia Pasifik, kejuaraan ini juga memberikan penghargaan kepada memorial terbaik, oralis terbaik di putaran awal serta oralis terbaik di putaran final
Pemenang di putaran Asia Pasifik di Sydney ini berhak mengikuti kompetisi putaran dunia 2008 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober di Glasgow, Inggris.

Pada putaran dunia 2007 yang berlangsung di Hyderabad, India, tim Universitas George Washington (Amerika Serikat) berhasil mengalahkan tim Universitas Queesnland (Australia) di final.

Ketika itu, tim Universitas George Washington diperkuat oleh David J. Western, Magin T. Puig-Monsen dan Carlos F. Laboy dengan pelatih Prof. Henry R. Hertzfeld, sedangkan "runner-up" Universitas Queensland menurunkan Rola Lin, Breanna Hamilton dan Alexander Meaney dengan pelatih Matthew Jones.

Tim yang menjadi semi finalis di putaran dunia 2007 adalah Universitas Leiden Belanda dengan penghargaan memorial terbaik jatuh kepada Universitas Queensland dan penghargaan sebagai oralis terbaik diberikan kepada Rola Lin (Universitas Queensland).

Kompetisi debat antarmahasiswa fakultas hukum tingkat dunia sudah berlangsung sejak 1992. Bermula di Washington (AS) tahun 1992, kejuaraan dunia itu selanjutnya diselenggarakan di Graz (Austria) tahun 1993, Jerussalem (1994), Oslo Norwegia (1995), Beijing China (1996), Turin Italia (1997), dan Melbourne (1998).

Seterusnya Den Haag Belanda (1999), Rio de Janeiro Brasil (2000), Toulouse Perancis (2001), Houston AS (2002, Bremen Jerman (2003), Vancouver Kanada (2004), Fukuoka Jepang (2005) dan Valencia Spanyol (2006).

*) My news for ANTARA on April 7, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity