Tim mahasiswa hukum Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung bertekad menjuarai kompetisi debat peradilan hukum ruang angkasa internasional "Manfred Lachs" putaran Asia Pasifik yang berlangsung di Sydney dari 8 hingga 12 April 2008."Unpar sudah lima kali ikut (dalam kompetisi ini) dan pada 2007, tim Unpar masuk semi final. Tahun ini target kita juara," kata Pelatih Tim Unpar, Maya Djatirman, kepada ANTARA yang mewawancarai via telepon setibanya dia dan timnya di Sydney, Senin.
Maya mengatakan, tim yang menjuarai kompetisi putaran Asia Pasifik yang diikuti tim-tim mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi dari sekitar 30 negara itu berhak mengikuti kompetisi putaran dunia yang berlangsung di Glasgow, Inggris, Oktober 2008.
Untuk mewujudkan tekad kuat timnya di kejuaraan tahunan itu, ia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tim Unpar selama lebih dari enam bulan melalui berbagai pelatihan model pengadilan internasional, riset terhadap kasus, serta perumusan argumentasi hukum.
Ia mengatakan, setiap tim bertindak sebagai negara. Mereka dihadapkan pada kasus hukum ruang angkasa internasional yang melibatkan "dua negara sebagai aplikan" dan "satu negara sebagai responden".
Dalam kompetisi putaran Asia Pasifik di Sydney ini, Unpar menurunkan Randi Irhamsyah, Teodora Saputri, Christine Hakim (ketiganya bertindak sebagai oralis), Raisa Stefani (anggota tim), dan dirinya sebagai pelatih (coach).
Para anggota tim Unpar ini adalah para mahasiswa yang lulus seleksi dan sudah mengambil mata kuliah hukum internasional, kata Maya yang sebelumnya juga pernah ikut dalam kompetisi yang sama di Jepang, Australia, dan Amerika Serikat ini.
Sebelumnya, Kabid Penerangan Konsulat Jenderal RI di Sydney, Minister Counsellor Pratito Soeharyo mengatakan, selain tim Unpar, Indonesia juga diwakili oleh tim mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Pelita Harapan.
Selain Indonesia dan Australia sebagai tuan rumah, kompetisi di Sydney itu juga diikuti oleh tim-tim dari negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik, seperti Jepang, India, Korea Selatan, China, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Kompetisi debat peradilan hukum ruang angkasa internasional "Manfred Lachs" itu diselenggarakan setiap tahun sejak 2000.
Selain memperebutkan tropi "Alexis Goh Memorial" bagi pemenang di putaran kawasan Asia Pasifik, kejuaraan ini juga memberikan penghargaan kepada memorial terbaik, oralis terbaik di putaran awal serta oralis terbaik di putaran final
Pemenang di putaran Asia Pasifik di Sydney ini berhak mengikuti kompetisi putaran dunia 2008 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober di Glasgow, Inggris.
Pada putaran dunia 2007 yang berlangsung di Hyderabad, India, tim Universitas George Washington (Amerika Serikat) berhasil mengalahkan tim Universitas Queesnland (Australia) di final.
Ketika itu, tim Universitas George Washington diperkuat oleh David J. Western, Magin T. Puig-Monsen dan Carlos F. Laboy dengan pelatih Prof. Henry R. Hertzfeld, sedangkan "runner-up" Universitas Queensland menurunkan Rola Lin, Breanna Hamilton dan Alexander Meaney dengan pelatih Matthew Jones.
Tim yang menjadi semi finalis di putaran dunia 2007 adalah Universitas Leiden Belanda dengan penghargaan memorial terbaik jatuh kepada Universitas Queensland dan penghargaan sebagai oralis terbaik diberikan kepada Rola Lin (Universitas Queensland).
Kompetisi debat antarmahasiswa fakultas hukum tingkat dunia sudah berlangsung sejak 1992. Bermula di Washington (AS) tahun 1992, kejuaraan dunia itu selanjutnya diselenggarakan di Graz (Austria) tahun 1993, Jerussalem (1994), Oslo Norwegia (1995), Beijing China (1996), Turin Italia (1997), dan Melbourne (1998).
Seterusnya Den Haag Belanda (1999), Rio de Janeiro Brasil (2000), Toulouse Perancis (2001), Houston AS (2002, Bremen Jerman (2003), Vancouver Kanada (2004), Fukuoka Jepang (2005) dan Valencia Spanyol (2006).

No comments:
Post a Comment