Pemimpin Oposisi Australia Brendan Nelson meminta Perdana Menteri Kevin Rudd untuk menghadiri Olimpiade Beijing Agustus mendatang.Nelson seperti dikutip ABC, Senin, mengatakan, para atlet Australia yang sudah berlatih keras berharap perdana menterinya bisa hadir dan menyaksikan langsung perjuangan mereka untuk Australia di perlehatan akbar olahraga dunia itu.
"Seandainya agenda acara Rudd kosong, saya fikir dia harus datang," katanya.
Sejauh ini PM Rudd belum memutuskan apakah ia akan hadir seandainya dia menerima undangan Olimpiade Beijing. Namun dia sudah menepis adanya pemboikotan negaranya atas pesta olahraga dunia itu akibat krisis Tibet.
Dalam pesta olahraga dunia, Australia dikenal sebagai salah satu negara yang handal dalam cabang renang, sepeda, dan dayung.
Sejak pecahnya protes warga Tibet terhadap kekuasaan China di Lasha yang berakhir dengan kematian sejumlah warga sipil beberapa waktu lalu itu, gelombang protes dari para pendukung kemerdekaan Tibet terjadi di Amerika, beberapa negara Eropa, dan Australia.
Bahkan, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menjadi pemimpin dunia pertama yang secara terbuka meng
umumkan niatnya memboikot pembukaan Olimpiade Beijing itu.
Beberapa acara perjalanan obor api Olimpiade Beijing, seperti di Athena (Yunani) dan London (Inggris), pun diwarnai dengan gangguan dan aksi protes dari para anggota kelompok pro-Tibet dan aktivis hak azasi manusia.
Untuk mengantisipasi hal yang sama ketika obor api Olimpiade Beijing melintasi kota Canberra pada 24 April 2008, pihak panitia dilaporkan telah bekerja sama dengan Polisi Federal Australia (AFP) untuk merancang pengamanan rute.
Pemerintah China mengecam keras setiap aksi protes yang mengganggu perjalanan obor api Olimpiade tersebut.
*) My news for ANTARA on April 7, 2008

No comments:
Post a Comment