Wednesday, April 30, 2008

QUEENSLAND BIDIK POTENSI PASAR PELAJAR DAN WISATAWAN INDONESIA

Pemerintah Queensland, Australia, membidik potensi pasar pelajar dan wisatawan Indonesia dengan menfasilitasi kunjungan tiga jurnalis Indonesia untuk melihat dari dekat keunggulan sektor pendidikan dan pariwisata negara bagian itu.

Ketiga jurnalis Indonesia itu adalah Seno Joko Suyono dari Tempo, Ficky Yusrini (Femina) dan Elin Yunita (Jawa Post). Mereka hari Rabu berkunjung ke kampus Universitas Queensland St.Lucia didampingi Melinda Duncan, pejabat pemerintah Queensland.

Dari perbincangan ANTARA dengan Melinda Duncan yang menangani urusan kebijakan strategis, pendidikan dan pelatihan internasional Queensland (QETI), terungkap bahwa pemerintah Queensland menganggap Indonesia sebagai mitra strategis jangka panjang di bidang pendidikan, penelitian, dan pariwisata.

Data pemerintah Queensland mengungkapkan, Indonesia masuk dalam daftar 20 negara utama penyumbang mahasiswa internasional bagi negara bagian yang pada 2007 menerima sebanyak 68 ribu orang mahasiswa asing ini.

Selain ke UQ, ketiga jurnalis ini juga berkesempatan bertemu pihak-pihak terkait di Universitas Griffith, Universitas Teknologi Queensland, Universitas Bond, politeknik (TAFE), Universitas Queensland Tengah dan Universitas James Cook.

Mereka juga berkesempatan melihat galeri seni dan "Movie World", serta menikmati keindahan panorama wisata bahari Queensland seperti Gold Coast.

Ketiga jurnalis Indonesia itu juga sempat berkunjung ke SMA Negeri "Fenny Grove" untuk melihat dari dekat pelaksanaan program pengajaran bahasa Indonesia di sana.

Program kunjungan sembilan hari ini merupakan kerja sama pemerintah Queensland dengan sebuah maskapai penerbangan yang melayani rute Jakarta-Kuala Lumpur-Gold Coast.

Bagi Australia, industri pariwisata dan pendidikan termasuk di antara sektor-sektor ekonomi andalan untuk meraup devisa.

Setiap tahunnya, Australia dilaporkan menerima sedikitnya lima juta orang pengunjung mancanegara. Namun sektor pendidikan, menurut Harian "The Australian" sudah menggeser posisi sektor pariwisata sebagai penghasil devisa bagi Australia.

Sektor pendidikan pada 2007 dilaporkan menghasilkan pendapatan sebesar 12,5 miliar dolar Australia atau naik 21 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kini terdapat lebih dari 450 ribu mahasiswa asing yang belajar di berbagai perguruan tinggi di negara berpenduduk 21 juta jiwa itu.

*) My news for ANTARA on April 30, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity