Tuesday, April 1, 2008

PENGGUNA POINTER LASER DI AUSTRALIA "SERANG" PESAWAT TERBANG

Pemerintah Australia kini disibukkan oleh aksi orang-orang iseng yang "menyerang" pesawat terbang dengan alat pointer bersinar laser yang berpotensi membahayakan penerbangan komersial.

Sepanjang 2007, terjadi sebanyak 300 kali penyerangan pesawat dengan pointer laser di seluruh Australia. Kondisi ini mendorong Polisi Federal Australia (AFP) bersama beberapa lembaga pemerintah terkait bertemu di Canberra, Rabu.

ABC dan Stasiun TV "Channel Seven", Rabu, melaporkan, pertemuan di Canberra itu membahas kemungkinan pelarangan terhadap alat pointer laser di Australia menyusul adanya serangan yang sama terhadap enam pesawat di atas udara kota Sydney Selasa malam (1/4).

Kepala pemerintah negara bagian New South Wales, Morris Iemma, mendukung pelarangan terhadap alat pointer laser karena sinar laser yang diarahkan ke kaca depan pesawat bisa membahayakan penerbangan.

Aksi semacam itu, katanya, tidak bisa dikategorikan sebagai perbuatan iseng melainkan perbuatan yang berpotensi menyebabkan terjadinya "pembunuhan massal",katanya.

Bagi orang-orang yang terbukti "menyerang" pesawat dengan alat pointer bersinar laser, mereka diancam dengan hukuman denda 30 ribu dolar Australia dan atau dua tahun penjara.

Hanya saja, menurut ABC, aparat pemerintah tidak mudah menghempang masuknya pointer-pointer bersinar laser ini ke Australia karena kebanyakan orang membelinya lewat internet dari negara lain.

Tayangan Stasiun TV "Channel Seven" dalam buletin berita Rabu paginya menunjukkan sinar biru dari alat pointer laser yang ditembakkan penggunanya menembus kegelapan malam tepat mengenai kaca depan pesawat yang sedang terbang.

*) My news for ANTARA on April 2, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity