Wednesday, April 9, 2008

INDONESIA PENERIMA BEASISWA "ALA" TERBESAR KETIGA DI ASIA PASIFIK

Indonesia merupakan negara penerima alokasi Beasiswa Kepemimpinan Pemerintah Australia (ALA) terbesar ketiga di kawasan Asia Pasifik setelah Vietnam dan China.

Data Badan Pembangunan Internasional Australia (AusAID) yang diterima ANTARA Kamis, menyebutkan, pihaknya menyediakan 173 beasiswa (ALA) untuk 13 negara yang ada di Asia Pasifik tahun ini. Dari jumlah itu, Indonesia menerima 31 beasiswa.

Vietnam yang jumlah penduduknya jauh di bawah China, India, dan Indonesia menerima 40 beasiswa, sedangkan China mendapat 35 beasiswa, India (19), Vanuatu (17), Papua New Guinea (6), Bhutan (6), Filipina (5), Timor Leste (5), Thailand (3), Kamboja (3), Sri Lanka (2) dan Tonga (1).

Para penerima ALA itu adalah generasi muda yang berpotensi besar untuk berkembang menjadi pemimpin masa depan di negara mereka masing-masing.

Dengan beasiswa tersebut, mereka berpeluang melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kemampuan profesional mereka di berbagai bidang pembangunan di belasan lembaga pemerintah, pengadilan, dan pendidikan tinggi yang ada di Australia.

Beberapa bidang yang menjadi sasaran program ALA adalah pandemi, perubahan iklim, perdagangan internasional, keamanan regional dan kepemerintahan.

Di antara lembaga-lembaga yang akan menerima peserta ALA tersebut adalah Departemen Kejaksaan Agung, Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan, Perpustakaan Nasional Australia, Mahkamah Agung Queensland, dan Lembaga Perencanaan Australia.

Seterusnya, Dewan Kota Moreland, Dewan Riset Pendidikan Australia, Departemen Pendidikan, Pelatihan dan Seni Queensland, Badan Informasi Tanah Australia Barat (Landgate), dan Lembaga Kesehatan Internasional Australia (Universitas Melbourne).

Universitas Nasional Australia, Universitas Griffith, Universitas Teknologi Queensland, Universitas Melbourne, Universitas New England, Universitas Sydney, Universitas Victoria, serta pengadilan banding administarif.

Australia mengalokasikan dana sebesar empat juta dolar Australia untuk mendukung program ALA yang menjadi salah satu terobosan Australia untuk memperkuat hubungannya dengan negara-negara mitra di kawasan Asia Pasifik.

*) My news for ANTARA on April 10, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity