Tuesday, April 22, 2008

AUSTRALIA DIDORONG KIRIM MAHASISWANYA KE INDONESIA

Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di KBRI Canberra, Dr.R.Agus Sartono,MBA menyambut baik komitmen Australia untuk mendorong para pelajarnya belajar dan menguasai bahasa-bahasa Asia, termasuk bahasa Indonesia.

Namun yang tak kalah penting adalah adanya program beasiswa pemerintah Australia bagi para mahasiswanya untuk belajar di berbagai universitas terkemuka di Indonesia supaya mereka bisa langsung merasakan denyut kehidupan rakyat Indonesia, katanya.

"Kehadiran mereka itu juga akan membuat mereka lebih mudah mengetahui dan memahami keragaman budaya bangsa kita sehingga dengan begitu mispersepsi, 'misjudgement' (salah nilai), dan stereotipe negatif akan bisa dikikis," katanya kepada ANTARA, Selasa.

Perihal adanya komitmen pemerintah Australia untuk mendorong para generasi mudanya belajar dan menguasai bahasa asing khususnya bahasa-bahasa asia, seperti bahasa Indonesia, China, Jepang, Jepang, dan Korea itu sebelumnya diungkapkan Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith.

Dalam wawancaranya dengan TV ABC 2, Senin (21/4), tentang hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 2020, Menlu Smith mengatakan, Australia mutlak perlu memiliki lebih banyak generasi muda yang belajar dan bisa berbahasa asing, khususnya bahasa-bahasa Asia.

"Hal ini mesti kita lakukan untuk bisa terlibat di kawasan," katanya.

Menanggapi komitmen itu, Agus Sartono mengatakan, surat Wakil Perdana Menteri Julia Gillard yang juga menjabat menteri pendidikan Australia kepada Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu TM Hamzah Thayeb baru-baru ini juga menyuarakan hal yang sama.

"Di dalam surat itu, terungkap komitmen pemerintah Australia untuk mempromosikan pengajaran bahasa Indonesia di lembaga-lembaga pendidikan negara itu," kata Agus.

Hanya saja, ketersediaan beasiswa pemerintah Australia bagi para mahasiswanya yang mau melanjutkan studinya di Indonesia juga penting dan justru dapat mendorong para siswa SMA Australia untuk lebih bersemangat belajar bahasa Indonesia.

"Adanya beasiswa bagi para mahasiswanya yang akan mengambil 'degree program' (program pendidikan bergelar) di Indonesia justru akan menjamin kontinuitas para siswa SMA Australia yang belajar bahasa Indonesia," katanya.

Program beasiswa tersebut merupakan "insentif" bagi para siswa Australia terlebih lagi kalau belajar dan menguasai bahasa asing selain bahasa Inggris (LOTE), seperti bahasa Indonesia, menjadi mata pelajaran wajib di sekolah, katanya.

Positif bagi hubungan

Selain itu, kehadiran lebih banyak mahasiswa Australia di Indonesia sebagaimana keberadaan lebih dari 16 ribu pelajar Indonesia di Australia setiap tahunnya akan membantu kelanggengan hubungan bilateral kedua negara di masa mendatang, kata Agus.

"Mereka ini (mahasiswa Australia dan Indonesia) akan menjadi fasilitator dan calon pemimpin kedua bangsa yang paham negara tetangga terdekatnya," kata Agus.

Masalah pentingnya kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa-bahasa Asia, itu sempat disinggung dalam sesi KTT 2020 tentang "Masa Depan Australia di Dunia -- Masa Depan Keamanan dan Kemakmuran Australia di Kawasan dan Dunia yang Berubah dengan Cepat".

Menlu Stephen Smith mengatakan, masalah keharusan bagi setiap siswa Australia untuk belajar satu bahasa asing merupakan ide besar yang muncul dalam KTT 2020.

Keterampilan berbahasa itu, katanya, sangat penting bagi kemampuan Australia bergaul secara efektif dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

"Bagi saya adanya dorongan kuat untuk (mempelajari dan menguasai) bahasa-bahasa asing, khususnya Asia, merupakan hal yang sangat penting bagi kita dalam menjalankan hubungan internasional, kebijakan luar negeri dan posisi kita di kawasan," katanya.

Karenanya, memiliki kemampuan dan keterampilan berbahasa, serta sensitifitas pada budaya yang berkembang di kawasan sangat penting bagi Australia, katanya.

Menurut dia, penguasaan bahasa China, Indonesia, maupun bahasa-bahasa Eropa tidak hanya akan sangat membantu Australia dalam menjalankan hubungan luar negeri dan diplomasinya tetapi juga akan sangat membantu para generasi muda negara ini.

"Mempelajari bahasa asing juga akan membantu anak-anak kita karena dari perspektif kependidikan, ternyata jika Anda mempelajari satu bahasa asing, apapun bahasa itu, maka bahasa tersebut akan membantu Anda dalam pencapaian belajar Anda," katanya.

Dalam sesi KTT 2020 yang diketuai Menlu Smith bersama Pakar Hubungan Internasional dan Direktur Institut Asia Universitas Griffith, Prof. Michael Wesley itu, meningkatkan pemahamanan Australia tentang Asia dan budaya Asia menjadi prioritas penting.

Dalam KTT 2020 dua hari di Gedung Parlemen Canberra yang berakhir Minggu sore (20/4) itu, sekitar seribu orang warga Australia berkesempatan ikut menentukan strategi jangka panjang pembangunan masa depan negara mereka.

*) My updated news for ANTARA on April 22, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity