SMA Taruna Nusantara Magelang dan sembilan SMA lain di Jawa Tengah menjajaki peluang kerja sama dalam bentuk "sister school" (sekolah kembar) dengan SMA-SMA di Australia, kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Canberra, Dr.R.Agus Sartono, MBA.Penjajakan kerja sama "sister school" itu ditandai dengan kunjungan delegasi Jawa Tengah ke Australia pada pekan terakhir Februari lalu, katanya dalam penjelasannya kepada ANTARA, Kamis.
" Rombongan diketuai oleh Drs. Nur Hadi Amiyanto, M.Ed. Delegasi berjumlah 14 orang terdiri atas 10 kepala sekolah SMA dan empat orang staf Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah," katanya.
Ke-10 SMA di Jawa Tengah yang menjajaki peluang kerja sama "sister school" itu adalah SMA Negeri 1 Semarang yang bermitra dengan Park Ridge State High School; SMA Negeri 1 Temanggung dengan Nanango State High School; SMA Negeri 1 Salatiga dengan Brown Plains State High School; dan SMA Negeri 1 Surakarta dengan Smithfield State High School.
Seterusnya, SMA Negeri 1 Klaten dengan Bribie Island State High School; SMA Negeri 3 Semarang dengan Ferry Grove High School; SMA Negeri 1 Pati dengan Harristown State High School; SMA Negeri 1 Magelang dengan Pittsworth State High School; SMA Negeri 1 Purwokerto dengan Kingston College dan SMA Taruna Nusantara Magelang dengan Windaroo Valeyy State High School, kata Agus Sartono.
"Tahun lalu, saya berkesempatan mengunjungi Harristown State High School di Toowoomba, Queensland, yang dapat ditempuh sekitar dua jam dengan mobil dari Brisbane. Di sekolah itu, para siswanya menunjukkan minatnya yang besar belajar Bahasa Indonesia," katanya.
Ia mengatakan, program "sister school" yang telah dilaksanakan SMA-SMA dari Provinsi Jawa Tengah dengan mitra mereka di negara bagian Queensland itu dapat dijadikan contoh oleh Provinsi Jawa Timur yang sudah membangun kerja sama dengan negara bagian Australia Barat, Provinsi Jawa Barat dengan Victoria, dan DKI Jakarta dengan New South Wales.
"Kegiatan promosi memang memerlukan biaya dan hasilnya tidak bisa diharapkan seketika," katanya.
ANTARA mencatat, program "sister school" antara lembaga-lembaga pendidikan Indonesia dengan Australia sudah berjalan sejak lama .
Namun pemberlakuan "peringatan perjalanan" (travel advisory) Pemerintah Australia kepada para warganya yang akan ke Indonesia menghambat kunjungan balasan para guru dan murid negara ini ke Indonesia.
*) disiarkan ANTARA pada 6 Maret 2008

No comments:
Post a Comment