Saturday, March 29, 2008

RIBUAN ORANG KUNJUNGI GERAI INDONESIA DI PAMERAN WISATA BRISBANE

Lebih dari 2.000 orang warga Australia dan manca negara kunjungi gerai Indonesia di pameran wisata internasional yang berlangsung dua hari mulai Sabtu di Gedung Konvensi dan Eksibisi Brisbane.

Kabid Penerangan Konsulat Jenderal RI di Sydney, Minister Counsellor Pratito Soeharyo, yang ditemui ANTARA di arena pameran yang diikuti lebih dari 100 gerai itu mengatakan, jumlah total pengunjung gerai Indonesia di hari pertama ini didasarkan pada jumlah tas suvernir berisi info paket dan brosur wisata yang habis diberikan.

Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini berada di bawah payung Pusat Promosi Pariwisata ASEAN (APCT) bersama dengan Filipina, Thailand, Singapura, dan Malaysia, katanya.

Indonesia mengandalkan potensi "eco-tourism" (eko turisme) mengingat sekitar 60 persen dari pengunjung pameran di Brisbane ini adalah para orang tua dan pensiunan yang menginginkan suasana berlibur yang tenang, bersih, aman, dan nyaman.

"'Kita berharap daerah-daerah kita siap dengan semua tuntutan itu," katanya.

Pratito mengatakan, Bali masih menjadi daya tarik utama Indonesia dalam pameran wisata untuk menyongsong musim libur musim dingin ini namun pihaknya tidak hanya menawarkan paket-paket wisata Bali tetapi juga mencoba untuk mengenalkan potensi daerah tujuan wisata Nusantara di luar Bali dan Lombok.

Tema "Go Beyong Bali" itu sesuai dengan tujuan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan (stake holders) industri pariwisata nasional untuk membangun citra kebinnekaan Indonesia, katanya.

Untuk itu, para pengunjung gerai juga diperkenalkan dengan daerah-daerah tujuan wisata potensial yang tersebar mulai dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi Selatan dan Utara, hingga Sumatra. Dua di antaranya adalah Bunaken di Sulawesi Utara dan Danau Toba di Sumatera Utara, katanya.

Keikutsertaan Indonesia yang didukung KJRI Sydney dan Biro Perjalanan Indonesia, Net Fare, itu dimaksudkan untuk mendukung upaya menyukseskan Tahun Kunjungan Wisata Indonesia (VIY) 2008, katanya.

Gerai Indonesia yang dihiasi dengan ornamen-ornamen yang khusus didatangkan dari Pulau Bali ini didukung oleh enam orang personil yang berasal dari unsur KJRI Sydney dan Net Fare, kata Pratito menambahkan.

Selain diikuti lima negara anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), pameran itu juga diikuti gerai-gerai milik industri pariwisata Australia yang ada di berbagai negara bagian.

*) My news for ANTARA on March 29, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity