Wednesday, March 26, 2008

INDONESIA-AUSTRALIA JAJAKI KERJA SAMA INDUSTRI PERTAHANAN

Menteri Pertahanan RI Juwono Sudarsono dan Menhan Australia Joel Fitzgibbon di Canberra, Kamis, membahas peluang-peluang kerja sama saling menguntungkan kedua negara dalam industri pertahanan.

Menhan kedua negara dalam pertemuan pertama mereka di Canberra itu juga membahas tentang cara-cara mendukung pembangunan kapasitas dan manajemen melalui proyek-proyek kerja sama pengembangan sains dan teknologi.

Dalam pembicaraan bilateral mereka yang berlangsung di ruang "Explorer" Gedung Parlemen Canberra itu, kedua Menhan juga sepakat untuk mendorong masing-masing panglima angkatan bersenjata untuk terus mengembangkan pemahaman bersama tentang hubungan pertahanan untuklebih memajukan hubungan bilateral yang sudah ada.

Informasi dari KBRI Canberra menyebutkan, dalam pertemuan tersebut, Menhan Juwono Sudarsono didampingi Atase Pertahanan di KBRI Canberra, Marsekal Pertama TNI Kuswantoro, Dirjen Strategi Pertahanan Mayjen TNI Syarifuddin Tippe, Minister Counsellor Bidang Politik KBRI Canberra, Samsu Rizal, dan Staf Ahli Khusus Menhan bidang Ekonomi, Adnan Ganto.

Sementara Menhan Joel Fitzgibbon antara lain didampingi Panglima Angkatan Bersenjata Australia (ADF) Marsekal Angus Houston dan Sekretaris Dephan Nick Warner.

Dalam pernyataan persnya seusai bertemu dengan Menhan Juwono, Menhan Joel Fitzgibbon mengatakan, upaya memajukan pemahaman bersama Australia-Indonesia yang terkait dengan hubungan pertahanan akan diprioritaskan pada "keterlibatan pertahanan" di masa mendatang.

Keterlibatan pertahanan itu mencakup kegiatan latihan militer dan pendidikan pascasarjana, pertukaran kunjungan dan studi, serta pemantauan (survelensi), latihan dan patroli maritim, katanya.

"Pemahaman-pemahaman bersama itu akan dipandu oleh Perjanjian Lombok (Perjanjian Keamanan Indonesia-Australia-red.) dan merefleksikan hubungan kedua negara yang semakin kuat. Kerja sama-kerja sama yang sudah ada maupun inisiatif baru akan dilaksanakan dan dikoordinasikan melalui dialog strategis pertahanan Indonesia-Australia," katanya.

Ia selanjutnya mengatakan, dalam pertemuan itu, ia dan Menhan Juwono Sudarsono juga sepakat untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang menyangkut masalah pasukan perdamaian melalui pusat-pusat pelatihan pasukan penjaga perdamaian kedua negara.

Dalam kerja sama penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan, ia mengatakan, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama yang sudah ada, dan pada Mei 2008, akan ada pelatihan bersama kedua negara di bidang ini.

Ia menilai hubungan pertahanan kedua negara semakin dewasa dan berkembang yang dibangun di atas prinsip saling menghormati dan saling mempercayai.

Bahkan ia dan Menhan Juwono berkeinginan untuk memperdalam dan memperluas kerja sama itu untuk merespons berbagai tantangan yang menjadi kepentingan keamanan bersama kedua negara, seperti terorisme, keamanan regional, dan perompakan.

Joel Fitzgibbon mengatakan, pertemuannya dengan Menhan Juwono Sudarsono merupakan kesempatan yang tepat untuk memajukan kerja sama dan keterlibatan pertahanan kedua negara pasca-pemberlakuan Perjanjian Lombok sejak 7 Februari lalu.

Sebelumnya, Minister Counsellor Bidang Politik KBRI Canberra, Samsu Rizal, mengatakan kepada ANTARA, pertemuan menhan kedua negara ini sangat penting bagi penguatan hubungan bilateral setelah Perjanjian Lombok resmi berlaku sejak 7 Februari lalu.

Bagi Indonesia, pertemuan kedua menhan ini dipandang signifikan untuk melihat bagaimana strategi pertahanan pemerintahan baru Australia di kawasan Asia Pasifik, katanya.

"Sebagai negara sahabat dan tetangga dekat Australia, cukup penting bagi Indonesia untuk, misalnya, melihat bagaimana strategi pertahanan Australia dalam pemerintahan baru. Tentu ada perubahan-perubahan walaupun tidak sampai menjadi gangguan," katanya.

Dalam konteks pemerintahan baru Australia, adanya pertemuan menhan kedua negara itu juga penting karena Canberra pun bisa mendapatkan satu gambaran tentang bagaimana strategi Indonesia di kawasan dalam kaitannya dengan pertahanan, kata Samsu Rizal.

Pertemuan Menhan Juwono dengan Menhan Joel Fitzgibbon itu merupakan bagian dari rangkaian program kunjungan empat harinya di Australia sejak 25 Maret lalu.

Selama di Australia, selain bertemu mitrnya itu di Canberra, Menhan Juwono Sudarsono hari Rabu (26/3) hadir sebagai pembicara di Forum Dialog Asia Timur di Sydney bersama sejumlah tokoh penting, termasuk PM Kevin Rudd.

Dalam forum dialog yang diselenggarakan Universitas Nasional Australia (ANU) di James Cook Ballroom, Hotel Intercontinental, Sydney, itu, para pembicara merespons isu-isu ekonomi dan keamanan politik dengan pendekatan baru.

Selain Menhan Juwono dan PM Rudd, mantan menteri ekonomi Thailand, Chalongphob Sussangkarn, mantan menteri luar negeri Korea Selatan Yoon Young Kwan, Sekjen ASEAN (Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara) Surin Pitsuwan, Pejabat Bank Dunia Justin Lin, serta beberapa tokoh penting Australia, seperti Professor Kim Beazley dan Huw McKay dari Westpac juga hadir dan berbicara di forum tersebut.

PM Rudd sendiri memanfaatkan Forum Dialog Asia Timur itu untuk menjelaskan visi dan peran Australia dalam perpolitikan global, khususnya di kawasan Asia Timur.

Ia mengatakan, Australia akan lebih aktif terlibat dalam merespons isu-isu global, seperti stabilitas keuangan, perubahan iklim, dan keamanan.

Dalam pandangan PM Rudd, upaya Australia menangani masalah ekonomi, lingkungan dan keamanan di dalam negeri akan gagal jika Canberra tidak terlibat dalam perdebatan global.

*) My news for ANTARA on March 27, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity