
Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di KBRI Canberra, Dr.R.Agus Sartono,MBA mengusulkan perlunya program pelatihan metode penulisan karya ilmiah khusus bagi para guru SD dan SMP/SMA supaya mereka pun bisa mengajarkan etika akademik kepada para siswanya sejak dini."Etika akademik perlu diperkenalkan sejak dini kepada anak didik kita. Dalam pemanfaatan teknologi informasi misalnya, etika pemanfaatannya justru lebih penting. Di Australia dan negara-negara maju lainnya, anak-anak SMP sudah diajari bagaimana menyitir pendapat dan membuat catatan kaki secara benar," katanya.
Dengan demikian, anak-anak didik di sekolah-sekolah Australia dan negara-negara industri maju lainnya itu sudah diajarkan sejak dini untuk tidak melakukan plagiarisme dan pelanggaran etika ak
ademik lainnya, kata Agus dalam penjelasannya kepada ANTARA, Selasa.
Salah satu komponen dalam program pengembangan profesional para guru di Tanah Air yang penting adalah pelatihan metode penulisan karya ilmiah karena dengan adanya pelatihan itu para guru akan tahu bagaimana menulis karya ilmiah secara benar dan memenuhi etika akademik untuk mengumpulkan kredit poin, katanya.
"Selain itu, mereka pun dapat mengajarkan etika ilmiah kepada para siswanya," kata Agus.
Dengan adanya pelatihan metode penulisan ilmiah itu, kemungikan terjadinya kasus plagiarisme dalam proses sertifikasi para guru pun dapat ditekan, katanya.
Sesuai dengan target pemerintah, dalam 10 tahun mendatang, sebanyak 1,75 juta orang guru di Indonesia sudah harus berpendidikan strata satu (sarjana) dan atau D-4 dan 150 ribu orang dosen berpendidikan magister dan doktor.
*) my news item for ANTARA on Feb 26, 2008

No comments:
Post a Comment