Tuesday, February 26, 2008

SISWA INDONESIA PERLU ETIKA AKADEMIK SEJAK DINI

Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di KBRI Canberra, Dr.R.Agus Sartono,MBA mengusulkan perlunya program pelatihan metode penulisan karya ilmiah khusus bagi para guru SD dan SMP/SMA supaya mereka pun bisa mengajarkan etika akademik kepada para siswanya sejak dini.

"Etika akademik perlu diperkenalkan sejak dini kepada anak didik kita. Dalam pemanfaatan teknologi informasi misalnya, etika pemanfaatannya justru lebih penting. Di Australia dan negara-negara maju lainnya, anak-anak SMP sudah diajari bagaimana menyitir pendapat dan membuat catatan kaki secara benar," katanya.

Dengan demikian, anak-anak didik di sekolah-sekolah Australia dan negara-negara industri maju lainnya itu sudah diajarkan sejak dini untuk tidak melakukan plagiarisme dan pelanggaran etika akademik lainnya, kata Agus dalam penjelasannya kepada ANTARA, Selasa.

Salah satu komponen dalam program pengembangan profesional para guru di Tanah Air yang penting adalah pelatihan metode penulisan karya ilmiah karena dengan adanya pelatihan itu para guru akan tahu bagaimana menulis karya ilmiah secara benar dan memenuhi etika akademik untuk mengumpulkan kredit poin, katanya.

"Selain itu, mereka pun dapat mengajarkan etika ilmiah kepada para siswanya," kata Agus.

Dengan adanya pelatihan metode penulisan ilmiah itu, kemungikan terjadinya kasus plagiarisme dalam proses sertifikasi para guru pun dapat ditekan, katanya.

Sesuai dengan target pemerintah, dalam 10 tahun mendatang, sebanyak 1,75 juta orang guru di Indonesia sudah harus berpendidikan strata satu (sarjana) dan atau D-4 dan 150 ribu orang dosen berpendidikan magister dan doktor.

*) my news item for ANTARA on Feb 26, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity