
Pertemuan Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, TM Hamzah Thayeb, dengan para pimpinan DPR dan Senat Australia merupakan satu langkah untuk memperkuat dukungan parlemen pada pentingnya hubungan bilateral kedua negara. "Pertemuan Bapak Dubes Hamzah Thayeb dengan ketua DPR Australia yang baru, Harry Jenkins, dan Presiden Senat Australia, Alan Ferguson, hari Kamis (21/2) merupakan langkah untuk memelihara hubungan bilateral," kata Minister Counsellor Bidang
Politik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, Samsu Rizal, dalam penjelasannya kepada ANTARA.
Harry Jenkins yang berasal dari Partai Buruh Australia (ALP) adalah ketua DPR yang ke-28 menyusul kemenangannya dalam pemilihan 12 Februari lalu. Dia sudah menjadi anggota Parlemen
Samsu Rizal, yang mendampingi Dubes Thayeb dalam pertemuan itu, mengatakan bahwa kedudukan parlemen sebagai lembaga politik sangat penting dalam memajukan dan memelihara kelanggengan hubungan kedua negara karena dia turut mendukung kebijakan luar negeri pemerintah yang berkuasa.
Dalam pertemuan yang berlangsung cukup produktif itu, mereka bersedia mempromosikan pentingnya hubungan kedua negara kepada para anggota parlemen karena banyak di antara mereka merupakan "muka-muka baru" hasil Pemilu 2007, kata Samsu Rizal.
Banyak di antara para anggota parlemen itu berasal dari ALP sebagai partai pemenang Pemilu yang telah mengubah komposisi partai politik di parlemen. Selama sekitar 11 setengah tahun, kubu yang berkuasa adalah koalisi Partai Liberal-Nasional.
"Kedua pemimpin Parlemen
Diplomat senior yang merampungkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU)
Selama ini, kontak-kontak tersebut sudah ada namun perlu terus diperkuat melalui program saling berkunjung karena dengan adanya pemahaman yang lebih tepat di antara para anggota parlemen kedua negara, diharapkan masalah-masalah yang dapat mengganggu hubungan bilateral dapat dihindari, katanya.
Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin Parlemen
Mereka pun memahami sensitifitas
Para pemimpin Parlemen
*) dipublikasi ANTARA pada 22 Feb 2008

No comments:
Post a Comment