Saturday, February 23, 2008

Pemimpin Parlemen Australia Dukung Perkuatan Hubungan dengan RI

Pertemuan Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, TM Hamzah Thayeb, dengan para pimpinan DPR dan Senat Australia merupakan satu langkah untuk memperkuat dukungan parlemen pada pentingnya hubungan bilateral kedua negara.

"Pertemuan Bapak Dubes Hamzah Thayeb dengan ketua DPR Australia yang baru, Harry Jenkins, dan Presiden Senat Australia, Alan Ferguson, hari Kamis (21/2) merupakan langkah untuk memelihara hubungan bilateral," kata Minister Counsellor Bidang Politik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, Samsu Rizal, dalam penjelasannya kepada ANTARA.

Harry Jenkins yang berasal dari Partai Buruh Australia (ALP) adalah ketua DPR yang ke-28 menyusul kemenangannya dalam pemilihan 12 Februari lalu. Dia sudah menjadi anggota Parlemen Australia mewakili daerah pemilihan Scullin, Victoria, sejak 1986.

Samsu Rizal, yang mendampingi Dubes Thayeb dalam pertemuan itu, mengatakan bahwa kedudukan parlemen sebagai lembaga politik sangat penting dalam memajukan dan memelihara kelanggengan hubungan kedua negara karena dia turut mendukung kebijakan luar negeri pemerintah yang berkuasa.

Dalam pertemuan yang berlangsung cukup produktif itu, mereka bersedia mempromosikan pentingnya hubungan kedua negara kepada para anggota parlemen karena banyak di antara mereka merupakan "muka-muka baru" hasil Pemilu 2007, kata Samsu Rizal.

Banyak di antara para anggota parlemen itu berasal dari ALP sebagai partai pemenang Pemilu yang telah mengubah komposisi partai politik di parlemen. Selama sekitar 11 setengah tahun, kubu yang berkuasa adalah koalisi Partai Liberal-Nasional.

"Kedua pemimpin Parlemen Australia itu tampaknya menyadari arti strategis hubungan Indonesia-Australia meskipun tidak dapat dipungkiri di sana-sini ada perbedaan-perbedaan. Mereka pun sepakat pada pentingnya mengelola hubungan ke depan," katanya.

Diplomat senior yang merampungkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Medan itu mengatakan, para pemimpin Parlemen Australia itu juga menggarisbawahi pentingnya terus membangun kontak dengan Parlemen Indonesia.

Selama ini, kontak-kontak tersebut sudah ada namun perlu terus diperkuat melalui program saling berkunjung karena dengan adanya pemahaman yang lebih tepat di antara para anggota parlemen kedua negara, diharapkan masalah-masalah yang dapat mengganggu hubungan bilateral dapat dihindari, katanya.

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin Parlemen Australia pun menegaskan kembali dukungan negaranya pada keutuhan wilayah Negara Kesatuan RI dan menyambut berlakunya Perjanjian Keamanan Australia-Indonesia yang juga dikenal dengan Perjanjian Lombok.

Mereka pun memahami sensitifitas Indonesia pada peringatan perjalanan (travel advisory) yang masih diberlakukan pemerintah Australia dan telah menjadi keprihatinan Indonesia itu, katanya.

Para pemimpin Parlemen Australia itu juga sangat mendukung penguatan kontak di tingkat rakyat dan mengharapkan dialog antariman (interfaith dialogue) yang lebih intensif di antara kedua bangsa dapat terselenggara, kata Samsu Rizal menambahkan.

*) dipublikasi ANTARA pada 22 Feb 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity