Sunday, February 17, 2008

AUSTRALIA DUKUNG KEMERDEKAAN KOSOVO


Australia mendukung deklarasi kemerdekaan Kosovo dari Serbia. Perdana Menteri Kevin Rudd menyebut deklarasi kemerdekaan yang dilakukan Parlemen Kosovo itu sebagai "langkah tepat".

Media Australia, Senin (18/2), memberitakan, Australia bahkan akan memberikan pengakuan diplomatik pada kesempatan pertama.

Bagi PM Rudd, sejarah Kosovo yang kelabu mendorong Australia untuk melakukan apa pun yang ia bisa lakukan guna memastikan rakyat Kosovo terlindungi saat melangkah ke masa depannya.

"Ini adalah langkah aksi yang tepat. Karenanya secara diplomatik, kami akan memberikan pengakuan pada kesempatan pertama," katanya.

Sementara itu komunitas Serbia Australia di Sydney Senin menggelar rapat darurat.

Presiden Perhimpunan Kesejahteraan Serbia Ortodoks (SOWA) cabang New South Wales, Marko Marinkovich, seperti dikutip ABC, mengatakan, komunitasnya sedang mencari cara penyaluran aspirasi penolakan mereka pada deklarasi kemerdekaan Kosovo itu.

Sebaliknya, warga masyarakat keturunan Albania, terutama di Melbourne sebagai kota yang menjadi kantong terbesar orang-orang Albania Australia, bersiap-siap merayakan deklarasi kemerdekaan Kosovo.

Penolakan keras atas deklarasi kemerdekaan Kosovo itu datang dari Presiden Serbia, Boris Tadic. Ia menegaskan pemerintahnya tidak akan pernah mengakui kemerdekaan itu.

"Serbia tidak akan pernah mengakui kemerdekaan Kosovo. Serbia telah bereaksi dan akan bereaksi dengan segala cara yang damai, diplomatik dan sah untuk membatalkan tindakan lembaga-lembaga Kosovo ini," kata Tadic dalam sebuah pernyataan.

Namun, deklarasi kemerdekaan Kosovo tersebut justru didukung Amerika Serikat (AS) dan sebagian besar negara Uni Eropa namun ditentang keras oleh Serbia dan Rusia.

Kosovo diperintah oleh misi PBB sejak pertengahan 1999 saat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menghalau pasukan Serbia yang setia pada mendiang Presiden Slobodan Milosevic yang membunuhi etnik Albania di Kosovo.

*) the news that I make for ANTARA on Monday, Feb 18, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity