Friday, February 29, 2008

ATLET INDONESIA RAMAIKAN KEJUARAAN AUSTRALIA

Sebanyak 12 orang atlet Indonesia, termasuk Pemecah Rekor SEA Games Thailand 2007 Suryo Agung Wibowo, ikut meramaikan Kejuaraan Australia (AC) ke-86 yang berlangsung dari Kamis (28/2) hingga Sabtu (1/3) di Stadion Pusat Atletik dan Olahraga Queensland (QSAC).

Staf Humas AC, Michael Cook, mengatakan kepada ANTARA di Stadion QSAC, Nathan, Jumat, selain Suryo, para atlet Indonesia lain yang ikut dalam kejuaraan itu adalah Irene Truitje Joseph (atlet lari 100 meter putri), Franklin Buruni (100 meter putra), Muhammad Patoniah (100 meter putra), dan Abdul Razak (400 meter putra).

Seterusnya, Nurochman (pelari 400 meter putra), Zulkarnaen Purba (400 meter gawang putra), Achmad Suma (400 meter putra), Dedeh Irawati (atlet lari 100 meter putri), Dwi Ratnawati (atlet lempar lembing putri), Rose Herlinda (atlet lempar martil putri), dan Rini Budiarti (pelari 1.500 meter putri), katanya.

AC ke-86 yang berlangsung di stadion berkapasitas 48.400 tempat duduk yang dulu bernama Stadion Elizabeth II dan Stadion ANZ itu merupakan ajang uji coba dan seleksi bagi para atlet Australia yang akan tampil di Olimpiade Beijing Agustus mendatang.

Cook mengatakan, pada hari pertama, Indonesia menurunkan Irene Truitje Joseph, Franklin Buruni, Suryo Agung Wibowo, Muhammad Patoniah, Abdul Razak, Nurochman, dan Zulkarnaen Purba.

Irene yang bertarung di "heat" 4 100 meter putri (preliminary) bersama dua pelari Selandia Baru, dua pelari Australia Barat, dan masing-masing seorang pelari dari New South Wales, Victoria, dan Papua New Guinea berada di urutan ke tujuh dengan catatan waktu 12.30 detik.

Urutan pertama diduduki Anna Smythe (Selandia Baru), sedangkan di nomor 100 meter putra, Suryo Agung Wibowo yang merupakan manusia tercepat di kawasan Asia Tenggara dengan mengantongi dua medali emas dan satu perak di SEA Games Thailand 2007 lalu gagal meraih posisi pertama dengan catatan waktu terbaik 10.52 detik.

Suryo yang bertarung di "heat" 3 (preliminary) bersama tujuh orang pelari lainnya itu hanya mampu berada di urutan ketiga, sedangkan posisi pertama diraih Aaron Rouge-Serret (10.37) dan kedua oleh Jacob Groth (10.49), kata Cook.

Namun tempat ketiga yang diraih pelari asal Jawa Tengah itu masih jauh lebih baik dibandingkan Franklin Burumi dan Muhammad Patoniah yang masing-masing berada di urutan ke tujuh dan delapan dengan catatan waktu 10.93 detik dan 10.86 detik, katanya.

Pada Jumat malam, atlet lari Indonesia, Rini Budiarti, bertarung di nomor 1.500 meter putri bersama 10 pelari asal Australia dan Selandia Baru, sedangkan pada Sabtu sore atlet lempar martil putri, Rose Herlinda, dan atlet lempar cakram putri, Dwi Ratnawati, akan tampil.

Selain mereka, Irene Truitje Joseph, kembali tampil di nomor lari 200 meter putri, sedangkan di nomor 200 meter putra, Indonesia diwakili oleh Suryo Agung Wibowo, Muhammad Patoniah, dan Achmad Suma.

Sprinter putri andalan Indonesia, Dedeh Irawati, juga turun di nomor 100 meter putri, bersama sembilan atlet Australia, Jepang, dan Selandia Baru, Sabtu petang.

Beberapa pelari berprestasi Australia yang ikut meramaikan kejuaraan atletik nasional sekaligus ajang ujicoba dan seleksi para atlet negara itu untuk tampil di Olimpiade Beijing 2008 adalah Craig Mottram, Scott Martin, Steve Hooker, Bronwyn Thompson, Tamsyn Lewis dan Matt Shirvington. Mereka itu merupakan juara di Pesta Olahraga Dunia dan Persemakmuran, kata Cook.

*) disiarkan ANTARA pada Feb 29, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity