Friday, February 29, 2008

20 GURU BANTU BAHASA INDONESIA UNTUK AUSTRALIA

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung akan memperkuat pengajaran bahasa Indonesia di Australia menyusul adanya rencana perguruan tinggi berstatus Bahan Hukum Milik Negara (BHMN) itu mengirimkan 20 orang guru bantu ke Melbourne bekerja sama dengan Universitas Monash.

Konsul Jenderal RI di Melbourne, Budiarman Bahar, dalam penjelasannya kepada ANTARA, Jumat, mengatakan, kerja sama UPI dan Unversitas Monash itu akan ditandai dengan kunjungan Rektor UPI Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata bersama beberapa orang stafnya pada 5 Maret mendatang.

"Kunjungan beliau sempat ditunda karena beliau jatuh sakit tapi kunjungan ke Universitas Monash itu jadi dilakukan pada 5 Maret mendatang. Kita (KJRI Melbourne) akan mendorong UPI dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lain di Tanah Air untuk mengembangkan pusat kajian Australia," katanya.

Selain perlu terus memperluas pengajaran bahasa Indonesia maupun studi-studi tentang Indonesia di Australia, lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Tanah Air juga sepatutnya menggalakkan pusat-pusat kajian tentang Australia supaya Indonesia memiliki lebih banyak ahli tentang Australia (Australianis), katanya.

"Kita harus punya lebih banyak Australianis yakni orang-orang Indonesia yang secara khusus belajar tentang negeri ini (Australia) mulai dari masalah politik, ekonomi, hingga sosial budayanya," kata Budiarman Bahar.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di KBRI Canberra, Dr.R.Agus Sartono,MBA, mengatakan, rencana awal kunjungan Rektor UPI ke Perth (Australia Barat) dan Melbourne (Victoria) berlangsung dari 17 hingga 23 Februari 2008.

"UPI akan mengirim 20 orang guru bantu Bahasa Indonesia di Melbourne bekerjasama dengan School of Education (Sekolah Pendidikan) Universitas Monash," katanya.

Kunjungan delegasi UPI yang dipimpin langsung Rektor Prof.Dr.H.Sunaryo Kartadinata itu semakin memperkuat tren kerja sama antarperguruan tinggi Indonesia dan Australia.

Agus Sartono mengatakan, pada 2007 Forum Rektor Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia bahkan telah bertemu Komite Rektor Universitas Australia untuk menjajaki kerja sama baru maupun memperluas kerja sama yang telah ada.

"Hasil kunjungan tersebut berupa Nota Kesepahaman (MoU) antara universitas Newcastle dengan Korsorsium Perguruan Tinggi Kawasan Timur Indonesia yang seharusnya ditandatangani pada Desember 2007 di Universitas Tadulako, Palu. Tetapi karena kondisi yang kurang kondusif maka penandatangan ditunda pelaksanaanya menjadi 4 Maret 2008 di Universitas Udayana, Bali," katanya.

Pada 2008 ini, sebaiknya Forum Rektor Indonesia juga melakukan hal yang sama karena momentum bagi kedua negara membangun kerjasama pendidikian telah tiba, katanya.

Kerja sama antarperguruan tinggi Indonesia dengan Australia terus berkembang dalam dua tahun terakhir. Rektor Universitas Hasanuddin juga berencana mengunjungi kembali Universitas Griffith (GU) dalam waktu dekat untuk melanjutkan kerja sama yang telah ditandatangani pimpinan kedua universitas pada 2007 lalu, katanya.

"Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dan GU juga memperkuat kerjasamanya di mana sebanyak 54 orang mahasiswa program magister bersama delapan orang pendamping FK-UI mengunjungi GU selama dua minggu sebagai embrio program gelar akademik ganda (dual degree program)," katanya menambahkan.

*) disiarkan ANTARA pada Feb 29, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity