Monday, December 31, 2007

SELAMAT TAHUN BARU 2008

Suasana pergantian tahun di Brisbane*)

Belasan ribu orang memadati kawasan wisata "South Bank" dan jembatan Victoria kota Brisbane sejak Senin malam hingga Selasa dini hari untuk menyaksikan pesta kembang api yang menandakan datangnya tahun baru 2008 kendati hujan gerimis terus mengguyur ibukota negara bagian Queensland itu.

Akibat kondisi cuaca mendung dan gerimis sepanjang Senin hingga Selasa dini hari itu, jumlah warga kota yang menyaksikan datangnya detik-detik pergantian tahun di kawasan wisata di sepanjang pinggir selatan Sungai Brisbane ini tidak sebanyak tahun sebelumnya yang mencapai sekitar seratus ribu orang.

Namun, kaum muda, orang tua dan anak-anak tampak antusias menyaksikan pesta kembang api yang diselenggarakan Pemda Kota Brisbane bekerja sama dengan sejumlah perusahaan swasta, termasuk Stasiun Televisi Saluran Sembilan dan Suratkabar "Courier Mail" itu pada Pukul 21.00 dan 24.00 waktu Brisbane.

Warga masyarakat mulai memadati kawasan "South Bank" yang menjadi tempat berhimpunnya beragam obyek wisata kota, seperti museum, perpustakaan, galeri seni, gedung opera Queensland, dan pusat kuliner itu sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Setiap orang yang akan memasuki kawasan "South Bank" yang menjadi pusat penyelenggaraan pesta kembang api warna warni tersebut harus melewati pintu masuk yang sudah ditentukan. Sejumlah petugas keamanan acara dengan sigap memeriksa barang-barang bawaan pengunjung di pintu masuk.

Pemeriksaan tersebut dimaksudkan untuk memastikan para pengunjung tidak membawa minuman keras ke areal "South Bank" namun ratusan orang lainnya menyaksikan aneka kembang api yang meluncur dari beberapa lokasi peluncuran yang dipasang di tengah Sungai Brisbane dari Jembatan Victoria.

Selain diisi dengan pesta kembang api, warga yang menghabiskan malam pergantian tahun di kawasan wisata "South Bank" itu juga dihibur dengan acara "nonton bareng" layar tancap "Street Magnum Movies" di sebuah lapangan rumput hijau.

Sambil menyaksikan penayangan tiga film pada pukul 17.00, 19.00, dan 21.45 waktu setempat itu, banyak di antara pengunjung, terutama orang tua bersama anak-anaknya, menikmati panganan ringan dari dalam tenda maupun tikar plastik.

Hujan yang datang dan kemudian reda membuat banyak pengunjung terpaksa menggulung tikar-tikar plastik mereka dan menjadikannya payung. Namun keriangan tetap terpancar dari wajah mereka.

Kerlap-kerlip lampu dari deretan gedung jangkung kota Brisbane, lalu-lalang perahu, kapal dan feri di Sungai Brisbane, serta pancaran lampu mobil-mobil yang melintasi jalan layang di seberang sungai menambah kesemarakan suasana malam pergantian tahun kendati awan mendung menyelimuti langit kota.

Saling memberi ucapan "happy new year" di antara warga masyarakat terdengar setelah pesta kembang api kedua yang menandai datangnya tahun baru 2008 yang berlangsung lebih dari sepuluh menit berakhir.

Di hari pergantian tahun ini, bus-bus kota Brisbane beroperasi dari Senin pagi hingga Selasa pukul 05.00 pagi sehingga para warga kota yang menyaksikan detik-detik pergantian tahun dapat pulang dengan mudah.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Pemda Gold Coast membatalkan pesta kembang api di kota wisata pantai terkemuka Australia itu karena cuaca buruk yang ditandai dengan angin kencang dan ombak ganas.

Sementara itu, di Sydney, detik-detik pergantian tahun juga ditandai dengan pesta kembang api spektakuler di sekitar kompleks Pelabuhan Sydney.

ABC memperkirakan 1,5 juta orang menyaksikan langsung pesta kembang api yang terpusat di jembatan "Sydney Harbour" yang menjadi ikon kota terbesar di Australia itu.

Berbagai acara menyambut datangnya tahun 2008 juga berlangsung di kota-kota penting Australia lainnya, seperti Melbourne, Perth, dan Darwin.

*) laporan pandangan mata ini disiarkan ANTARA pada 1 Januari 2008 dinihari.

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity