Tuesday, June 2, 2009

WABAH FLU BABI DI AUSTRALIA SEMAKIN MENGKHAWATIRKAN

Wabah flu babi di Australia semakin mengkhawatirkan dan kini tak satu pun negara bagian yang bebas dari flu A H1N1 yang telah menewaskan sedikitnya 115 orang di dunia itu.

Hingga Rabu pagi, Departemen Kesehatan Pemerintah Federal Australia mencatat jumlah penderita positif flu babi di negara itu mencapai 502 orang dengan episentrum wabah tetap di negara bagian Victoria. Pada 30 Mei lalu, jumlah penderita masih tercatat 254 orang.

Di negara bagian Victoria, jumlah penderita hingga Rabu pagi mencapai 395 orang diikuti New South Wales (69), Queensland (23), Australia Selatan (7), Australian Capital Territory (4), Tasmania (2), Australia Barat (1) dan Northern Territory (1).

Akibat kondisi yang semakin mengkhawatirkan itu, otoritas terkait dan pihak sekolah di negara bagian beribukota Melbourne ini sudah menutup 12 sekolah dasar hingga menengah atas untuk menahan meluasnya wabah flu tersebut.

Lonjakan jumlah penderita flu A H1N1 di Victoria itu dipicu oleh penambahan kasus terkonfirmasi baru. Departemen Kesehatan Australia mencatat penambahan penderita positif flu babi pada 1 Juni misalnya mencapai 94 orang dengan rentang umur antara lima dan 18 tahun.

Penutupan sekolah tidak hanya terjadi di Victoria tetapi juga di negara bagian Queensland. Setidaknya dua sekolah ditutup selama lima hari sejak 1 Juni. Kedua sekolah itu adalah St Monica's College di Cairns dan St Mary's Catholic College di Woree dari 1 - 5 Juni.

Selain menutup sementara sekolah-sekolah tersebut, pihak berwenang di dunia negara bagian itu juga telah meminta semua anak yang baru kembali dari kunjungan ke Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Meksiko dan Panama agar tinggal di rumah selama seminggu sebelum kembali bersekolah.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan obat-obatan anti-viral, pemerintah federal Australia telah pun membeli 1,6 juta paket anti-viral Relenza guna memperkuat pasokan obat-obatan nasional. Dengan demikian Australia kini memiliki stok 10,3 juta obatan-obatan antiviral flu, termasuk Tamiflu.

Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan ancamah wabah flu babi 24 April lalu, sudah ada 62 negara yang terjangkit dengan 17.410 kasus dan jumlah penderita yang meninggal mencapai sedikitnya 115 orang.

*) My updated news for ANTARA on June 3, 2009

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity