Tuesday, July 22, 2008

KWARTER PUNAKAWAN HADIRKAN "INDONESIA PUSAKA" DI SYDNEY OPERA

Pianis dan seniman serba bisa,Jaya Suprana, bersama grup musiknya, "Kwartet Punawakan", dipastikan tampil di Studio Gedung Opera Sydney, Australia, 10 Agustus malam.

Musisi kelahiran Denpasar, Bali 27 Januari 1949 ini akan membawa komunitas Indonesia dan Australia yang menyaksikan konser bertajuk "Indonesia Pusaka" itu menelusuri kekayaan seni musik Nusantara.

Informasi yang dihimpun ANTARA di Brisbane, Rabu, menyebutkan, penampilan Jaya Suprama bersama grup musiknya selama 120 menit itu juga akan diisi dengan pemaparan tentang musik dari 120 kelompok etnis yang ada di bumi pertiwi.

Bersama Gitaris Jubing Kristanto, Perkusionis Junaedi Musliman dan Pemain Bas Heru Kusnadi, Jaya Suprana akan menghibur penontonnya dengan alunan musik khas Kwartet Punakawan sembari membawa mereka mengenal kekayaan beragam etnis Nusantara.

Kehadiran Kwartet Punakawan di Sydney ini merupakan hasil kerja sama Konsulat Jenderal RI di Sydney dan manajemen Sydney Opera. Setiap penonton dikenakan tiket masuk seharga antara 25 dan 35 dolar Australia.

Sebelumnya, Minister Counsellor Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya Konsulat Jenderal RI di Sydney, Pratito Soeharyo, pernah mengatakan, sepanjang tahun 2008, pihaknya sudah menyiapkan beragam kegiatan untuk memperkuat diplomasi budaya sekaligus mendukung promosi Tahun Kunjungan Wisata Idnonesia (VIY) 2008.

Selain menghadirkan Jaya Suprana dan kawan-kawan, pihaknya juga mendukung Konser "Tabuh-Tabuhan" Adi MS di Angle City Recital Hall Sydney pada 20 September dan "membawa" Kelompok band papan atas Indonesia, "Dewa 19", untuk meramaikan perayaan Hari Kemerdekaan RI 2008.

Melalui acara bertajuk "Indonesia Bangkit", "Dewa 19" bersama "Dewi-Dewi", Elfonda Mekel alias Once, Mulan Kwok (Mulan Jamilah), "Andra and The Backbone", dan "The Rocks" akan menghibur sedikitnya 1.200 orang undangan pada 17 Agustus malam di gedung "Round House" kampus UNSW Kensington, Sydney, katanya.

*) My news for ANTARA on July 23, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity