Thursday, July 3, 2008

INDONESIA OPTIMIS CAPAI TARGET 380 RIBU WISATAWAN AUSTRALIA

Direktur Promosi Luar Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) RI, I Gde Pitana, mengatakan, pihaknya optimis sebanyak 380 ribu orang wisatawan Australia yang ditargetkan datang ke Indonesia pada 2008 akan dapat dicapai satelah melihat antusiasme para wakil biro-biro perjalanan wisata utama Australia yang menghadiri misi penjualan pariwisata Indonesia di Perth dan Melbourne.

"Saya optimis bahwa target kunjungan 380 ribu wisatawan dari Australia ke Indonesia tahun ini bisa dicapai," kata Pitana kepada ANTARA yang mewawancarainya dari Brisbane, Kamis malam, sehubungan dengan hasil sementara delegasi misi penjualan (sales mission) pariwisata Indonesia yang dipimpin langsung dirinya di Australia.

Optimisme dirinya itu semakin diperkuat oleh kondisi keamanan di Tanah Air yang ditandai dengan pencabutan status peringatan perjalanan (travel warning) Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia, keaktifan kantor-kantor perwakilan RI dalam ikut mendukung promosi pariwisata, dan loyalitas pasar Australia terhadap pariwisata Indonesia, khususnya Bali, katanya.

Selain itu, adanya rencana Maskapai Penerbangan Nasional, Garuda Indonesia, menambah frekuensi penerbangannya dari sejumlah kota di Australia, seperti Perth dan Sydney ke Denpasar (Bali) akan sangat membantu upaya mencapai target kunjungan wisatawan Australia ini, katanya.

Sejauh ini, "load factor" (isi penumpang) Garuda Indonesia dan Qantas yang melayani rute penerbangan dari kota-kota penting di Australia ke Denpasar Bali mencapai sekitar 90 persen, katanya.

Pitana berada di Australia untuk memimpin delegasi misi penjualan pariwisata Indonesia di Perth (30 Juni), Melbourne (2 Juli) dan Sydney (3 Juli). Selain ke Australia, delegasi ini juga melakukan misi yang sama di Auckland, Selandia Baru, pada 7 Juli.

Di setiap kota yang dikunjungi itu, delegasi ini memaparkan perkembangan terkini industri pariwisata Nusantara dan program VIY 2008 di depan kalangan pebisnis utama biro perjalanan wisata dan media Australia.

Diselenggarakan pula "table top interaction" yang diisi dengan pertunjukan seni tari tradisional. Pada saat di Melbourne, KJRI setempat turut menyumbangkan pertunjukan tarian Bali dan tari Piring (Sumatera Barat).

Misi penjualan yang diikuti I Gde Pitana, tiga orang staf Depbudpar dan 15 orang pelaku usaha pariwisata dari Bali dan Lombok, Garuda Indonesia, "Bali Village" dan kantor perwakilan pariwisata RI di Sydney ini dimaksudkan untuk mengampanyekan VIY 2008 dan meningkatkan kunjungan wisatawan Australia dan Selandia Baru.

Di antara para pelaku bisnis pariwisata nasional yang ikut dalam misi ini adalah Inna GBB, Santrian, Resor Seminyak, Segara Village, Bali Garden, The Vira, Accor Indo, The Ahimsa, Melia Bali, Inna Putri, Jayakarta Hotel, Bali Marine Safari Park, Villa Ombak dan Senggigi Beach Lombok.

Pitana mengatakan, respons para "wholeseller" (biro perjalanan wisata utama) Australia sangat positif terhadap misi penjualan ini sejak penyelenggaraan acara di Perth hingga Sydney.

Di Perth misalnya, dari 60 "wholeseller" yang ditargetkan hadir, jumlah yang datang justru lebih dari 100 pengusaha. Kondisi yang sama juga ditemukan di Melbourne dan Sydney.

Di Melbourne, jumlah "wholeseller" yang datang mencapai 90 dari 50 yang ditargetkan, sedangkan di Sydney, jumlah yang sudah memberikan konfirmasi datang mencapai 80, katanya.

Sepanjang 2007, jumlah wisman asal Australia yang berkunjung ke Indonesia tercatat 314.432 orang, sedangkan jumlah wisman asal Selandia Baru mencapai 39.635 orang.

*) My updated news for ANTARA on July 3, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity