Tujuh orang wisatawan Australia dan Karibia termasuk di antara ratusan orang yang mengunjungi kapal latih TNI, "KRI Arung Samudera", yang sejak Selasa pagi (17/6), terbuka bagi publik di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kata Nakhoda KRI Arung Samudera Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono."Kita melakukan 'open ship' sejak Selasa pagi. Hingga Rabu ini, sudah ratusan orang yang berkunjung, termasuk dua orang turis Australia asal Perth dan lima orang wisatawan dari Karibia," katanya dalam pembicaraan telepon dengan ANTARA di Brisbane, Rabu petang.
Para pengunjung kapal latih tiang tinggi yang sandar di dermaga umum Pelabuhan Tenau Kupang sejak Senin siang (16/6) itu adalah para pelajar SMA dan warga setempat namun kehadiran tujuh turis asing tersebut menambah kesemarakan acara "open ship", katanya.
"Dua turis Australia itu memberikan apresiasi yang besar kepada kita apalagi mereka ternyata tahu tentang musibah yang menimpa KRI Arung Samudera di Teluk Wide, Queensland, Agustus tahun lalu. Mereka bilang para awak KRI adalah orang-orang yang luar biasa," kata Mayor Eko Deni.
Ketujuh turis yang datang bersama beberapa orang anak mereka ke KRI Arung Samudera itu selanjutnya melanjutkan perjalanan mereka ke Pulau Rote dengan kapal, katanya.
Selama "open ship", para pengunjung mendapat penjelasan dari awak kapal tentang sejarah perjalanan KRI Arung Samudera sebagai kapal latih, kata Mayor Eko Deni.
Selain dikunjungi warga masyarakat dan turis, pada Selasa sore (17/6), Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VII, Brigjen Marinir Saiful Anwar dan beberapa asisttennya juga mengunjungi kapal, katanya.
KRI Arung Samudera tiba di Pelabuhan Tenau Kupang sejak Senin sore setelah lima hari berlayar dari dermaga Angkatan Laut Australia (RAN) "Larrakeyah Barracks" Darwin, Australia.
KRI Arung Samudera akan bersandar di Kupang hingga 23 Juni dan kemudian bertolak ke pangkalannya di Surabaya Jawa Timur. "Insya Allah kita tiba di Surabaya 1 Juli," katanya.
Sebelumnya, kapal layar tiang tinggi buatan Selandia Baru yang membawa 19 orang awak ini sempat bersandar di dermaga RAN "Larrakeyah Barracks" Darwin, ibukota negara bagian Northern Territory, Australia, selama sepekan.
Dicek total
Selama di Darwin, semua peralatan KRI Arung Samudera mendapat pengecekan ulang dari tim teknisi "Marine Application", anak perusahaan "Viking Industries Limited" Brisbane yang memperbaiki kapal latih TNI ini, untuk memastikan semua berada dalam kondisi baik sebelum meninggalkan perairan Australia.
KRI Arung Samudera sempat berada di perairan Australia selama hampir setahun. Pelayaran KRI Arung Samudera ke negeri jiran ini dimaksudkan untuk ikut menyemarakkan penyelenggaraan KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik di Sydney pada 8-9 September 2007 bersama enam kapal layar tiang tinggi Australia.
Namun dalam pelayaran dari Cairns ke Brisbane pada 23 Agustus 2007, kapal dihadang badai besar di perairan Teluk Wide, Queensland, dan sempat terdampar di pantai Rainbow sebelum berhasil ditarik ke Brisbane.
Kapal layar ini berada di Queensland, khususnya Brisbane, selama sekitar sembilan bulan untuk proses perbaikan dan pemulihan akibat kerusakan yang dideritanya akibat badai dan cuaca buruk 23 Agustus 2007 itu.
Pada saat kejadian, Badan Meteorologi dan Geofisika Australia mencatat curah hujan di kawasan Rainbow Beach pada saat musibah terjadi mencapai 813 milimeter atau 10 kali lebih besar dari rata-rata curah hujan bulan Agustus. Intensitas curah hujan di kawasan itu selama beberapa hari pada Agustus 2007 merupakan yang terbesar sejak tahun 1880.
Perbaikan kapal berbobot 120 ton yang sebelum dibeli pemerintah RI bernama "Advanture" ini dilakukan di fasilitas dok milik "Viking Industries Limited" Brisbane melalui anak perusahaannya, "Marine Application".
Dalam proses perbaikan, beberapa perlengkapan kapal yang rusak telah diganti dengan yang baru. Di antara yang diganti baru itu adalah "Centre boat" berbobot 3,5 ton, enam layar, dua mesin, generator dan baling-baling tiga daun.
Rute palayaran pulang KRI Arung Samudera dari Australia menuju Tanah Air adalah dermaga RAN "Bulimba" Brisbane-Cairns-Darwin-Kupang dan Surabaya. Kapal yang dinakhodai Mayor Eko Deni ini meninggalkan Brisbane menuju Cairns tanggal 6 Mei lalu.

No comments:
Post a Comment