Wednesday, June 18, 2008

WISATAWAN ASING KUNJUNGI KRI ARUNG SAMUDERA DI KUPANG

Tujuh orang wisatawan Australia dan Karibia termasuk di antara ratusan orang yang mengunjungi kapal latih TNI, "KRI Arung Samudera", yang sejak Selasa pagi (17/6), terbuka bagi publik di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kata Nakhoda KRI Arung Samudera Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono.

"Kita melakukan 'open ship' sejak Selasa pagi. Hingga Rabu ini, sudah ratusan orang yang berkunjung, termasuk dua orang turis Australia asal Perth dan lima orang wisatawan dari Karibia," katanya dalam pembicaraan telepon dengan ANTARA di Brisbane, Rabu petang.

Para pengunjung kapal latih tiang tinggi yang sandar di dermaga umum Pelabuhan Tenau Kupang sejak Senin siang (16/6) itu adalah para pelajar SMA dan warga setempat namun kehadiran tujuh turis asing tersebut menambah kesemarakan acara "open ship", katanya.

"Dua turis Australia itu memberikan apresiasi yang besar kepada kita apalagi mereka ternyata tahu tentang musibah yang menimpa KRI Arung Samudera di Teluk Wide, Queensland, Agustus tahun lalu. Mereka bilang para awak KRI adalah orang-orang yang luar biasa," kata Mayor Eko Deni.

Ketujuh turis yang datang bersama beberapa orang anak mereka ke KRI Arung Samudera itu selanjutnya melanjutkan perjalanan mereka ke Pulau Rote dengan kapal, katanya.

Selama "open ship", para pengunjung mendapat penjelasan dari awak kapal tentang sejarah perjalanan KRI Arung Samudera sebagai kapal latih, kata Mayor Eko Deni.

Selain dikunjungi warga masyarakat dan turis, pada Selasa sore (17/6), Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VII, Brigjen Marinir Saiful Anwar dan beberapa asisttennya juga mengunjungi kapal, katanya.

KRI Arung Samudera tiba di Pelabuhan Tenau Kupang sejak Senin sore setelah lima hari berlayar dari dermaga Angkatan Laut Australia (RAN) "Larrakeyah Barracks" Darwin, Australia.

KRI Arung Samudera akan bersandar di Kupang hingga 23 Juni dan kemudian bertolak ke pangkalannya di Surabaya Jawa Timur. "Insya Allah kita tiba di Surabaya 1 Juli," katanya.

Sebelumnya, kapal layar tiang tinggi buatan Selandia Baru yang membawa 19 orang awak ini sempat bersandar di dermaga RAN "Larrakeyah Barracks" Darwin, ibukota negara bagian Northern Territory, Australia, selama sepekan.

Dicek total

Selama di Darwin, semua peralatan KRI Arung Samudera mendapat pengecekan ulang dari tim teknisi "Marine Application", anak perusahaan "Viking Industries Limited" Brisbane yang memperbaiki kapal latih TNI ini, untuk memastikan semua berada dalam kondisi baik sebelum meninggalkan perairan Australia.

KRI Arung Samudera sempat berada di perairan Australia selama hampir setahun. Pelayaran KRI Arung Samudera ke negeri jiran ini dimaksudkan untuk ikut menyemarakkan penyelenggaraan KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik di Sydney pada 8-9 September 2007 bersama enam kapal layar tiang tinggi Australia.

Namun dalam pelayaran dari Cairns ke Brisbane pada 23 Agustus 2007, kapal dihadang badai besar di perairan Teluk Wide, Queensland, dan sempat terdampar di pantai Rainbow sebelum berhasil ditarik ke Brisbane.

Kapal layar ini berada di Queensland, khususnya Brisbane, selama sekitar sembilan bulan untuk proses perbaikan dan pemulihan akibat kerusakan yang dideritanya akibat badai dan cuaca buruk 23 Agustus 2007 itu.

Pada saat kejadian, Badan Meteorologi dan Geofisika Australia mencatat curah hujan di kawasan Rainbow Beach pada saat musibah terjadi mencapai 813 milimeter atau 10 kali lebih besar dari rata-rata curah hujan bulan Agustus. Intensitas curah hujan di kawasan itu selama beberapa hari pada Agustus 2007 merupakan yang terbesar sejak tahun 1880.

Perbaikan kapal berbobot 120 ton yang sebelum dibeli pemerintah RI bernama "Advanture" ini dilakukan di fasilitas dok milik "Viking Industries Limited" Brisbane melalui anak perusahaannya, "Marine Application".

Dalam proses perbaikan, beberapa perlengkapan kapal yang rusak telah diganti dengan yang baru. Di antara yang diganti baru itu adalah "Centre boat" berbobot 3,5 ton, enam layar, dua mesin, generator dan baling-baling tiga daun.

Rute palayaran pulang KRI Arung Samudera dari Australia menuju Tanah Air adalah dermaga RAN "Bulimba" Brisbane-Cairns-Darwin-Kupang dan Surabaya. Kapal yang dinakhodai Mayor Eko Deni ini meninggalkan Brisbane menuju Cairns tanggal 6 Mei lalu.

*) My updated news for ANTARA on June 18, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity